Stok Pangan Aman 2 Bulan, Wali Kota Yogyakarta Imbau Warga Tak Panic Buying

  • 17 Mar 2026 12:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, masyarakat mulai bersiap dengan segala aktivitas menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Selain membeli baju baru, tidak sedikit masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyiapkan sajian khas saat lebaran baik untuk sanak saudara yang akan mudik atau untuk sekadar berkumpul bersama keluarga saat momen penting ini.

Tingginya permintaan sejumlah bahan pokok pun berpotensi mengakibatkan sejumlah lonjakan harga, tetapi kondisi ini masih wajar selama ketersediaan tetap terjaga. Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menekankan, menjelang lebaran masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying, karena Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan stok pangan masih sangat aman dan tersedia.

"Anda semua tidak akan kehabisan stok itu. Sehingga kami akan membantu untuk menjaga stok yang ada di pasar ataupun di mana saja agar tidak akan ada kekurangan bahan pangan," katanya, Senin, 16 Maret 2026.

Lebih lanjut Hasto juga mengajak, agar masyarakat bisa lebih berhemat. Disamping itu, juga diharapkan masyarakat lebih memilih produk-produk lokal.

"Enggak usah boros-boroslah, terus cintailah produk-produk non-impor yang kemudian bisa ngelarisi tetangga sendiri, membeli bahan-bahan yang produk dalam negeri," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani memastikan, kebutuhan pokok semuanya tersedia, bahkan cukup sampai cadangan 2 bulan ke depan. Kemudian untuk BBM juga tersedia cukup di 14 SPBU di Kota Yogyakarta juga sudah dilakukan tera.

Ambar mengungkapkan, menjelang lebaran ini sejumlah harga bahan pangan mengalami fluktuasi harga terutama daging seperti daging sapi dari Rp130 ribu menjadi Rp145 ribu, daging ayam saat ini Rp40 ribu, telur ayam ras Rp30 ribu. Sedangkan cabai-cabaian diungkapkannya justru mengalami penurunan seperti cabai rawit dari Rp100 menjadi Rp90 ribu.

"Memang paling tinggi itu di daging sapi. Karena ini memang ketersediaan dan biasanya hari raya ya memang kebutuhan naik otomatis harganya juga naik biasanya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....