Kotabaru, Kawasan Indis di tengah Kota Yogyakarta

  • 15 Mar 2026 12:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kotabaru merupakan bekas pemukiman era kolonial, di tengah Kota Yogyakarta. Kawasan ini mengadopsi konsep Garden City atau tata kota di Eropa, yang memadukan area hijau yang mengutamakan kenyamanan.

Kawasan Kotabaru saat ini terus dilestarikan, karena menjadi salah satu penanda keistimewaan DIY. Dahulu, tempat ini dikenal sebagai Nieuwe Wijk atau kawasan Baru, yang kemudian berkembang dan dikenal dengan sebutan Kotabaru.

Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Kurniawan mengakui keistimewaan kawasan Kotabaru. Sebab, sisa-sisa peninggalan era kolonial berupa bangunan lama bergaya Indis, menambah daya tarik dan keunikan di kawasan tersebut.

”Bangunan-bangunan Indis di Kotabaru memiliki halaman luas, langit-langit tinggi, teras terbuka, dan ventilasi besar,” katanya, Minggu, 15 Maret 2026. ”Kawasan ini jadi lokasi pertama di Yogyakarta yang punya listrik dan air PAM.”

Sebelum muncul Kotabaru, pemukiman orang-orang Eropa di Yogyakarta, terpusat di sekitar Benteng Vredeburg dan Malioboro sekitar tahun 1920-an. Pembangunan Kotabaru, dipicu meningkatnya aktivitas perekonomian.

Saat itu, Cornelis Cane meminta ijin Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sultan Hamengkubuwono VII, untuk membangun permukiman baru di timur Sungai Code. Fasilitas umum di Kotabaru kata Kurniawan, tergolong lengkap saat itu.

”Mulai dari rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, hingga gedung institusi pemerintahan,” ucapnya. Pada tahun 2011, Kotabaru resmi ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....