Aksi IWD Jogja Soroti Penindasan Perempuan
- 10 Mar 2026 07:59 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peringatan International Women's Day (IWD) 2026 di Yogyakarta digelar pada 8 Maret dengan mengusung tema “Perempuan Hempaskan Penindasan: Hentikan segala bentuk agresi, dominasi, dan penindasan terhadap rakyat, perempuan dan ragam gender.” Aksi ini menjadi ruang bagi perempuan dan kelompok ragam gender untuk menyuarakan berbagai persoalan ketidakadilan yang masih terjadi di tingkat lokal, nasional, hingga global.
Penyelenggara menyebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, perempuan dan kelompok ragam gender masih menghadapi berbagai bentuk marjinalisasi, mulai dari kekerasan, diskriminasi, hingga dampak kebijakan pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada kelompok rentan. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang hidup serta meningkatkan kerentanan sosial dan ekonomi bagi perempuan dan kelompok minoritas gender.
.webp)
Selain isu nasional, aksi ini juga menyoroti situasi di Yogyakarta. Maraknya industri kreatif, seperti kafe dan usaha kuliner, dinilai belum sepenuhnya diikuti dengan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja. Di sisi lain, kasus kekerasan seksual masih terjadi di berbagai ruang, termasuk ruang seni dan kebudayaan yang selama ini dianggap lebih progresif. Melalui aksi tersebut, peserta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya pembangunan ruang aman dan inklusif di berbagai sektor, penegakan hukum terhadap kekerasan seksual, jaminan kerja tanpa diskriminasi, serta perlindungan terhadap kelompok disabilitas dan ragam gender. Mereka juga menuntut penghentian kebijakan pembangunan yang dinilai merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat.
Penyelenggara berharap peringatan IWD 2026 di Yogyakarta tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga menjadi momentum membangun solidaritas lintas isu. “Peringatan ini diharapkan menjadi ruang bagi perempuan dan kawan ragam gender untuk menyuarakan pengalaman penindasan sekaligus memperkuat solidaritas dari tingkat lokal hingga global,” demikian pernyataan dalam kajian aksi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....