Ramadan, Momentum Meraih Kemenangan Diri
- 10 Mar 2026 07:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Menjelang waktu berbuka puasa, umat muslim tidak hanya menunggu datangnya hidangan yang akan menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan mengajarkan kita untuk menunggu dengan kesabaran, menahan diri, dan melatih hati agar semakin dekat kepada Allah. Seperti disampaikan Ustadzah Ledil Izzah, SHI, M.Pd.I dari Pimpinan Wilayah Muslimat NU Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Pro 1.
Ketika mendengar kata kemenangan, yang terlintas dalam pikiran adalah kemenangan dalam perlombaan, kemenangan dalam bisnis, jabatan atau keberhasilan dunia lainnya. Namun dalam Islam, kemenangan sejati bukan hanya sekedar materi. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Asy-Syam. Bismillahirrahmanirrahim. Qad aflaha ma zakkaha waqad khoba man dasaha. Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya. Artinya bahwa kemenangan terbesar bukanlah menaklukkan orang lain tetapi adalah menaklukkan diri sendiri.
Ramadan hadir bukan hanya untuk menahan lapar dan haus. Ramadan adalah madrasah, sekolah ruhiyah, sekolah jiwa, tempat umat muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu. Sebagaimana firman Allah sebagai landasan kewajiban berpuasa. Tujuan puasa adalah la'allakum tattaqun. Supaya menjadi orang yang bertakwa.
Puasa sebagai proses untuk mengontrol diri. Menahan diri dari lapar, haus dan emosi. Semata-mata dilakukan umat muslim untuk mendapat ridho Allah. Disitulah kemenangan umat muslim.
Rasulullah juga bersabda, "Assiyamun junnatun." Puasa itu adalah perisai dari api neraka. Perisai dari maksiat. Perisai dari hawa nafsu. Ketika umat muslim mampu menahan diri dari makanan dan minuman, padahal tidak ada yang melihat kecuali Allah, maka sebenarnya kita sedang melatih kejujuran dan pengendalian diri.
Ustadzah Ledil juga menambahkan jika menahan lapar itu mudah. Tetapi menahan amarah, menahan ghibah, menahan dendam, menahan iri hati, itu tidak mudah. Itulah sebenarnya jihad yang sesungguhnya. Ramadan adalah medan perang manusia melawan hawa nafsu. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Banyak orang menang dalam perdebatan tapi kalah dalam hal kesabaran. Banyak orang sukses dalam karir, tapi gagal dalam akhlakul karimah.
Tanda manusia menuju kepada kemenangan, salah satunya adalah sholatnya semakin khusyuk. Hal lainnya adalah lisan yang terjaga, tidak mudah menyebarkan fitnah, dan tidak mudah mencaci maki orang lain. Hati menjadi semakin lembut. Mudah memaafkan jika ada yang menyakiti, mudah bersedekah, mudah menangis karena dosa. Beberapa hal inilah yang bisa mendeteksi bahwa sebenarnya umat muslim sedang menuju kemenangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....