Milad ke-83, UII Bedah Rumah dan Bagikan 200 Paket Sembako

  • 06 Mar 2026 00:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memperingati Milad ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Program Bedah Rumah dan Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman pada Kamis, 5 Maret 2026. Program ini dirancang untuk memberikan bantuan berupa rumah layak huni kepada keluarga kurang mampu di Kapanewon Ngemplak, Sleman, serta penyaluran paket sembako kepada masyarakat sekitar.

Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UII dalam memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Program Bedah Rumah dan Bakti Sosial ini melibatkan kolaborasi antara Lazis UNISIA, yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Panitia Milad ke-83 UII, serta Kapanewon Ngemplak.

Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan, program Bedah Rumah dan Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak yang dilakukan pada Milad ke-83 UII ini merupakan bentuk syukur sekaligus pengingat bagi seluruh civitas akademika. Karena diakuinya, UII tidak bisa berkembang tanpa dukungan dari masyarakat khususnya di Yogyakarta.

"Kami berkembang ini karena ikhtiar kecil kami yang saat ini mendapatkan amanah untuk menahkodai, menjalankan roda kepengurusan di UII saat ini. Sehingga karena itu Ibu Bapak, kami akan sangat berterima kasih kalau Ibu Bapak juga menyelipkan doa kepada kami di sela-sela salatnya untuk kebaikan UII dan insyaallah, kebaikan UII insyaallah akan meluber kepada kalayak tidak hanya di Sleman tapi juga se-Indonesia bahkan mungkin untuk dunia," katanya, dalam sambutan di kantor Kapanewon Ngemplak.

Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya menyampaikan rasa terima kasihnya, atas perhatian dan kontribusi sosial yang diberikan UII melalui program Bedah Rumah dan Bantuan Sosial ini. Kegiatan ini menurutnya, bukan sekadar seremoni peringatan milad, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi kepada masyarakat.

"Inilah bentuk kolaborasi yang sangat kami apresiasi di mana institusi pendidikan hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat terutama mereka yang membutuhkan. Program Bedah Rumah yang kita laksanakan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam, selaras dengan semangat berbagi dalam bulan yang mulia ini," katanya.

Harda menyampaikan, program Bedah Rumah yang dilakukan UII menjadi wujud nyata kebutuhan sosial bagi sesama. Karena rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk membangun harapan, menjaga martabat serta menumbuhkan semangat hidup yang lebih baik.

"Ketika sebuah keluarga memiliki hunian yang layak, maka di situlah lahir rasa aman, kenyamanan, dan optimisme untuk menatap masa depan," ucapnya.

Lebih lanjut Harda menyebutkan, bantuan sosial yang diberikan UII kepada masyarakat kurang mampu ini diharapkan dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berjuang meningkatkan kesejahteraan. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya serta menjadi pemicu semangat untuk terus berkibar dan berdaya serta membawa keberkahan dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.

"ebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, kami berharap UI semakin berjaya dalam mewujukan generasi akademisi yang unggul, berintegritas dan berakhlak karakter. Dunia pendidikan dituntut untuk mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan sosial," ujarnya.

Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi mewakili masyarakat Kapanewon Ngemplak menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan UII kepada masyarakat. Dijelaskannya, pemerintah Kapanewon Ngemplak berkolaborasi dengan UII dan Lazis YUNISIA yaitu program Satu Taskin (Sinergi Aksi untuk Pengentasan Kemiskinan yang diluncurkan 19 Februari 2026.

Satu Taskin dijelaskan Tri, merupakan gerakan kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, akademisi, beserta masyarakat dalam satu semangat bersama menghadirkan solusi nyata bagi keluarga miskin dan rentan sosial. Program ini tidak sekedar memberi bantuan tetapi membangun kemandirian yang berkelanjutan, dengan fokus program ini yaitu rehab rumah tidak layak huni dan sanitasi.

"Ini menjadi semangat kami yang ini sangat luar biasa," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....