Stok Gas Elpiji di Sleman Aman, Pemkab Sleman Ajukan Alokasi Tambahan

  • 05 Mar 2026 22:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Pemkab Sleman melaksanakan pemantauan ketersediaan gas elpiji di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur, Kamis, 5 Maret 2026. Pemantauan ini dilakukan untuk menjamin stok gas elpiji 3 kilogram aman menjelang hari raya idulfitri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pihaknya telah mengajukan tambahan kuota secara bertahap. Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat jelang lebaran.

"Pemkab Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina, untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional. Kami harapkan dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik," ujar Susmiarto, Kamis, 5 Maret 2026.

Susmiarto menambahkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung. Setidaknya terdapat 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman. Di sisi lain, Susmiarto juga menyoroti pentingnya aspek perlindungan konsumen yang menjadi prioritas melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.

"Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kilogram yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kilogram dengan toleransi plus-minus 90 gram. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat," ucapnya.

Selain elpiji, pemantauan juga menyasar kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga aktif melakukan uji tera pada alat pengisian bahan bakar guna menjamin keadilan bagi konsumen. Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.

"Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idulfitri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....