Maret Musim Pancaroba, Ini Sejumlah Potensi Bencana di Sleman

  • 04 Mar 2026 20:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – BMKG DIY memprediksi musim penghujan masih akan terjadi hingga April 2026. Sementara, musim kemarau diperkirakan akan mulai terjadi pada dasarian ketiga April hingga dasarian pertama Mei, dengan demikian, Maret menjadi musim pancaroba yang dan curah hujan juga diprediksi masih akan mengguyur DIY.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Haris Martapa mengatakan curah mencatat ada sejumlah potensi bencana yang terjadi di Sleman pada musim pancaroba ini. Salah satunya adalah terjadinya banjir utamanya di kawasan aliran sungai, baik yang bermuara ke Merapi ataupun lereng Prambanan.

Selain banjir, Haris juga mencatat adanya potensi genangan air yang terjadi di kawasan ringroad seperti di underpass Kentungan dan sekitaran kawasan UPN. Tak hanya itu, ada juga potensi bencana lainnya seperti pohon tumbang dan longsor.

“Kemudian angin kencang ini juga di Sleman kemarin terjadi di beberapa spot. Kemudian petir, banjir dan tanah longsor, ini yang masih kita prediksi dalam dua dasarian hingga tiga dasarian ke depan,” kata Haris saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Haris mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Dia mengajak masyarakat untuk senantiasa membersihkan saluran air untuk mengurangi risiko banjir. Pemangkasan pada pohon yang sudah terlalu tinggi dan keropos juga diimbau untuk diakukan. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana.

“Misalnya hujan sudah deras tinggi terutama di lereng sebelah timur, di lereng Prambanan ketika mendung, gelap mohon juga bisa menghindari itu (menjauh, red),” ujar Haris.

Di sisi lain, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, Haris mengingatkan masyarakat untuk berteduh terlebih dahulu jika berkendara di tengah hujan badai. Hujan deras disertai angin kencang dan petir berpotensi menyebabkan pohon tumbang.

“Mohon sekiranya tidak terlalu tergesa-gesa untuk kepentingan kita, berhenti terlebih dahulu. Karena potensi angin ini berdasarkan pengalaman yang kemarin adalah menyebabkan pohon-pohon tumbang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....