Tantangan Komunitas Informasi Masyarakat Semakin Kompleks

  • 03 Mar 2026 21:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) memiliki tantangan yang semakin kompleks di era digital. Sebab, hoaks, disinformasi dan informasi manipulatif mudah sekali menyebar, hingga ke tingkat komunitas lokal melalui medsos.

Maka, Wakil Sekretaris KIM Daerah Istimewa Yogyakarta, Athiful Khoiri mendorong pegiat KIM menjalankan peran, sebagai penjaga kualitas informasi. Literasi digital jangan hanya berhenti, pada kemampuan teknis menggunakan medsos.

”Tetapi juga harus menyentuh dimensi etis dan kritis dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi,” ucapnya, Selasa, 3 Maret 2026. ”Praktik verifikasi, klarifikasi, dan edukasi bermedia menjadi bagian menjaga kesehatan ruang publik.”

Selain sebagai pengelola informasi, KIM juga berperan sebagai agen transformasi sosial. Informasi harus diposisikan sebagai sumber daya strategis, untuk pemberdayaan masyarakat, misalkan memanfaatkan media digital untuk promosi produk UMKM.

”Juga mengenalkan potensi wisata lokal, serta menyebarluaskan informasi peluang pelatihan dan pendidikan,” katanya. ”Aktivitas ini sejalan dengan ekspektasi pemerintah agar KIM turut mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas.”

Melalui pengelolaan informasi yang kreatif dan kontekstual, KIM mendorong warga menjadi produsen informasi, bukan hanya konsumen pasif. Kiprah KIM juga tampak dalam berbagai agenda sosial, seperti sosialisasi kesehatan, hingga edukasi kebencanaan.

”Kekuatan utama KIM terletak pada modal sosial yang dimiliki,” ujarnya. ”Kepercayaan, kedekatan emosional, dan pemahaman terhadap budaya lokal menjadikan pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....