Pemilik Surya Group Pastikan Bertanggung Jawab Insiden Kecelakaan di Temon
- 03 Mar 2026 20:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Pemilik Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo bertanggungjawab penuh atas musibah kecelakaan yang terjadi di Palihan Temon, Minggu 1 Maret 2026. Dalam kecelakaan ini Muhammad Suryo dan Istrinya serta pengendara Jupiter MX, Aab Abdullah dan Deva yang menjadi korban.
Muhammad Suryo menyatakan, akan menanggung seluruh biaya perawatan kedua korban hingga pulih. Termasuk membiayai sekolah Deva hingga menjadi sarjana. Kepastian tanggung jawab ini disampaikan Dandan, utusan Muhammad Suryo ketika mengunjungi kedua korban di RSUD Wates, Kulonprogo, Selasa 3 Maret 2026. Dandan dan rombongan ditemui oleh keluarga korban secara kekeluargaan.
"Kami diutus bapak Muhammad Suryo untuk menjenguk pak Aab dan dek Deva. Kami ingin memastikan penanganan medis terhadap keduanya berjalan lancar. Kami juga menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menjenguk, karena baru selesai prosesi pemakaman ibu (Istri Muhammad Suryo) yang juga menjadi korban dalam kecelakaan ini," ucapnya.
Dandan mengatakan, kondisi Aab dan Deva saat ini sudah berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis termasuk tindakan operasi.
"Alhamdulillah pak Aab dan dek Deva sudah membaik. Kami sudah komunikasi dengan dokter jika semua tindakan medis sudah dilakukan termasuk tindakan operasi," jelasnya.
Dandan menyampaikan permohonan maaf pada korban sekaligus mengatakan Muhammad Suryo siap bertanggungjawab. Seluruh bentuk pengobatan dan biaya hidup saat proses pengobatan selesai, akan ditanggung sepenuhnya oleh Muhammad Suryo.
Dandan juga menyampaikan pesan Suryo agar pengobatan Aab dan Deva dapat dipindah ke Rumah Sakit JIH. Namun, keluarga Aab menolak karena pertimbangan jarak dan penanganan di RSUD Wates juga sudah sangat baik.
Muhammad Suryo dipastikan juga akan menanggung biaya pendidikan Deva sampai sarjana. Santunan juga sudah diberikan dan sepeda motor baru akan diberikan kepada korban.
"Kami sudah komunikasi dengan korban dan alhamdulillah disambut baik. Namun yang paling penting saat ini adalah pak Aab, dek Deva dan pak Suryo segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sedia kala," Ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Suryo juga sempat melakukan panggilan video dengan korban. Dalam kesempatan ini, ia mohonan maaf kepada keluarga korban dan meminta doa untuk almarhum istrinya, Anis Syarifah. Suryo juga ingin menjadikan keluarga Aab menjadi Saudaew.
"Mulai hari ini saya anggap panjenengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," Ujarnya.
Keluarga Korban, Ratih menerima permohonan maaf dan upaya tanggung jawab dari Muhammad Suryo.
"Sama-sama ya pak. Saya juga minta maaf. Kami turut berduka atas kepergian istri bapak. Semoga bapak juga lekas membaik," ucap Ratih, istri Aab sekaligus ibu dari Deva.
Ratih juga berterimakasih kepada Muhammad Suryo dan HS yang telah bertanggungjawab dengan menanggung semua biaya perawatan suami dan anaknya.
"Responnya beliau baik, sejak kejadian itu, sudah ada utusan pak Suryo yang datang memastikan suami dan anak saya ditangani dengan baik dengan fasilitas yang baik juga," ujarnya.
Ratih menambahkan, kecelakaan yang terjadi tersebut murni musibah sehingga tidak menyalahkan pihak manapun termasuk Bapak Muhammad Suryo.
"Saya inginnya damai. Nggak ada yang mau kejadian ini. Kita sama-sama korban. Nggak ada yang salah, kami juga minta maaf karena istri bapak (Suryo) meninggal dunia. Kami saling memaafkan, kita sama-sama korban," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, CEO Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo dan istrinya mengalami kecelakaan di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, Minggu 1 Maret lalu. Dalam kecelakaan ini, istri Suryo, Anis Syarifah meninggal dunia.
Kecelakaan ini juga membuat Suryo dan dua korban lain yakni Aab dan Deva, luka cukup serius. Ketiganya kini tengah dirawat secara intensif di rumah sakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....