Muhasabah: Puasa tetapi Boros

  • 03 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Secara logika ketika puasa di bulan Ramadan, manusia pasti mengurangi makan. Hal ini tentu mengurangi pengeluaran. Tetapi fakta menunjukkan puasa justru malah boros. Mengacu SnapChat berdasarkan wawancara dengan responden, 75 persen responden Indonesia mengakui bahwa selama bulan Ramadan mereka menjadi boros. Seperti disampaikan Ustad Muhammad Bekti Hendrianto dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Bisnis Islam dalam Barokah Berbuka Puasa Kamis, 26 Februari 2026 di Pro 1 RRI Yogyakarta.

Padahal Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari perilaku boros. Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 26 dan 27 “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan harta kamu secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudaranya setan-setan.”

Orang berbondong-bondong membeli kebutuhan makan dan pakaian. Jika dianalogikan di bulan Ramadan ini orang mengeluarkan banyak uang karena memberi makan orang yang berpuasa atau sedekah akan bernilai pahala baginya.

Menurut para ulama, Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas yang disebut boros atau tafzin itu adalah menafkahkan harta bukan pada jalan yang benar. Seandainya seorang itu menafkahkan seluruh hartanya di jalan yang benar itu bukan pemborosan. Jadi yang disebut boros adalah mengeluarkan nafkah dalam perbuatan yang bukan merupakan fi sabilillah.

Banyak masyarakat di bulan Ramadan ini menjadi boros. Banyak mengeluarkan hal-hal yang tidak dibenarkan. Misalnya, di bulan Ramadan ini makannya justru banyak.

"Kalau diluar bulan Ramadan makan tiga kali setiap hari. Bulan Ramadan hanya dua kali sehari. Pagi ketika sahur dan iftar (buka puasa). Tetapi malamnya kembali makan. Kemudian menu makanannya yang dulu sederhana ketika bulan Ramadan mencari yang lebih berkualitas. Jadi manusia relatif makan dengan biaya yang jauh lebih mahal," ujarnya.

Ada juga satu tradisi ketika Ramadan adalah buka puasa bersama dan itu pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selanjutnya untuk menunjang kenyamanan di bulan Ramadan, orang cenderung membeli berbagai hal. Menjelang Idul Fitri membeli pakaian baru, sandal baru, segala hal baru dan lain-lain.

Ustad Anto juga menambahkan padahal salah satu hikmah orang berpuasa di bulan Ramadan adalah meningkatkan empati sosial kita terhadap orang yang mengalami kelaparan, kehausan, atau menderita. Jadi, kita mencoba untuk belajar merasakan penderitaan. Sehingga semestinya tidak terjadi pemborosan seperti dilakukan orang saat ini. Seharusnya seorang muslim justru menjaga dari hal-hal yang tidak diharapkan atau tidak diajarkan oleh agama yaitu perilaku boros.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....