Alumnus UMY ini Sebut Kemiskinan jadi Persoalan Fundamental
- 01 Mar 2026 16:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menyebut kemiskinan, sebagai persoalan fundamental bangsa Indonesia. Ia menyampaikan hal itu, dalam Malam Refleksi Milad ke-45 UMY, di Masjid K.H Ahmad Dahlan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sehingga Iqbal berpendapat, penentuan skala prioritas pembangunan yang tepat, akan efektif mengatasi kemiskinan. Dalam memimpin NTB, alumnus UMY itu menerapkan tiga fondasi utama, agar kesejahteraan rakyat dapat terwujud.
| Baca juga: Pengelolaan Sampah di UMY Jadi Rujukan |
”Yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta transformasi sektor pariwisata menuju pendekatan berkualitas dan berkelanjutan,” ucapnya.
Problem kemiskinan menurut Iqbal, bukan sekadar rendahnya pendapatan masyarakat. Namun dari masalah struktural yang berdampak sangat luas, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga stabilitas sosial.
Sehingga tanpa pendekatan komprehensif, kebijakan yang diambil hanya akan menghasilkan solusi jangka pendek yang tidak berkelanjutan. ”Kita sering kali menyelesaikan dampaknya, bukan sumbernya.”
Ia mencontohkan, ketika muncul persoalan stunting, perdagangan manusia, atau pernikahan dini, semua bisa bergerak cepat. Namun, jika kemiskinan sebagai akar persoalan tidak disentuh secara serius, maka masalah-masalah tersebut akan terus muncul berulang dalam bentuk yang berbeda.
Selain itu, ketahanan pangan juga perlu menjadi fondasi kemandirian daerah. Sektor pangan harus dibangun secara terintegrasi, untuk memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....