Dukung Polda DIY, Bregada Rakyat Tolak Kekerasan dan Perusakan Fasilitas Umum

  • 28 Feb 2026 20:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pesan perdamaian menggema di sepanjang jalanan Sleman pada Kamis, 26 Februari sore. Ratusan peserta kirab budaya bertajuk "Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Katentreman" melakukan aksi jalan kaki dari Terminal Condongcatur menuju Mapolda DIY.

Langkah kaki para peserta yang mengenakan busana adat Jawa dan Nusantara ini menjadi simbol gerakan moral masyarakat dalam menjaga marwah Yogyakarta. Kabidhumas Polda DIY Kombes Polisi Ihsan menuturkan, setibanya di Halaman Mapolda DIY, rombongan yang terdiri dari elemen masyarakat adat dan perwakilan Bregada Rakyat langsung disambut oleh Wakapolda DIY, Brigjen Polisi Eddy Djunaedididampingi beberapa pejabat utama.

"Kehadiran perwakilan Bregada Rakyat Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo membawa suasana khidmat sekaligus menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih baik dan profesional serta mendukung misi berbagai elemen masyarakat dalam memulihkan citra Yogyakarta pasca-aksi anarkis yang sempat mencederai wajah Kota Budaya," ucapnya.

Sementara itu dalam suasana khidmat, Brigjen Polisi Eddy Djunaedi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Polda DIY yang disampaikan langsung kepada koordinator kegiatan, Widihasto Wasana Putra, dan perwakilan Bregada Rakyat (Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo) serta partisipan warga masyarakat adat yang tetap teguh menjaga marwah daerah.

"Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan damai ini adalah resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun," ucap dia.

Wakapolda mengingatkan bahwa perusakan fasilitas umum bukanlah cerminan jati diri warga Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun, sesuai dengan dhawuh (pesan) Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat merupakan benteng utama agar Yogyakarta tetap menjadi wilayah yang teduh dan bermartabat, sekaligus menghapus preseden buruk akibat aksi anarkis sebelumnya.

Wakapolda Eddy Djunaedi menegaskan tiga poin komitmen Polda DIY. Pertama, menjamin kebebasan aspirasi, dengan memberi ruang penyampaian pendapat secara damai sesuai hukum.

Kedua, pendekatan humanis, dengan mengedepankan dialog dan langkah persuasif dalam setiap pelayanan unjuk rasa. Ketiga, sinergi keamanan, bersama masyarakat menjaga ketenteraman dan kesejahteraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....