Perumusan Kebijakan Publik Harus Berbasis Data

  • 28 Feb 2026 18:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Prodi Ilmu Pemerintahan UMY menegaskan pentingnya literasi data, dalam perumusan kebijakan publik. Dosen Ilmu Pemerintahan UMY Profesor Eko Priyo Purnomo menekankan bahwa penguatan literasi data, harus diiringi kemampuan analisis kebijakan yang sistematis.

”Karena data yang melimpah, tidak otomatis menghasilkan keputusan tepat,” katanya, Sabtu 28 Februari 2026. ”Agar data bisa digunakan untuk pengambilan keputusan yang jelas, harus memiliki kerangka analisis yang jelas.”

Kebijakan publik idealnya diawali dengan identifikasi masalah berbasis data. Kemudian dilanjutkan dengan formulasi alternatif, simulasi dampak, hingga evaluasi berbasis indikator terukur, menggunakan pendekatan evidence-based policy.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi statistik dan perangkat analitik modern untuk meningkatkan akurasi proyeksi kebijakan. Serta untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Literasi data dan analisis kebijakan publik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

”Banyak kebijakan publik gagal karena menggunakan data yang tidak mutakhir, parsial, atau bias secara metodologis,” ucapnya.

Melalui penguatan kompetensi, IP UMY berharap dapat melahirkan perumus kebijakan yang adaptif, kritis, serta mampu menghasilkan kebijakan publik yang berdampak nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....