BMKG Prediksi April Akhir Musim Penghujan di DIY
- 28 Feb 2026 15:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – BMKG Stasiun Klimatologi DIY memprediksi April menjadi akhir dari musim penghujan yang terjadi di Yogyakarta. Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas menjelaskan selama bulan Maret, wilayah DIY akan diguyur curah hujan berkisar 151 – 400 mm perbulan bulan atau masuk dalam kriteria menengah hingga tinggi dengan sifat hujan bervariasi antara bawah normal (BN) hingga normal (N). Sementara, pada April curah hujan akan berangsur menurun berkisar 101 – 300 mm perbulan atau masuk kriteria menengah dengan sifat hujan seluruhnya bawah normal (BN).
Reni menjelaskan berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan bahwa angin baratan atau Monsun Asia aktif di wilayah Indonesia. Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) dalam kondisi netral dan diprediksi akan tetap netral hingga pertengahan tahun 2026.
“Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY antara -1.0°C sampai dengan 0.5°C, kategori dingin hingga netral dengan suhu berkisar antara 26°C sampai dengan 29°C,” kata Reni, Sabtu, 28 Februari 2026.
Di sisi lain, Stasiun Klimatologi juga memprediksi curah hujan dasarian atau tiap 10 hari selama bulan Maret. Curah hujan pada dasarian I Maret 2026 diprediksi dalam kategori menengah hingga tinggi berkisar antara 50 – 200 mm per-dasarian dengan sifat hujan bawah normal hingga normal. Sedangkan, curah hujan dasarian II Maret 2026 diprediksi dalam kategori rendah hingga menengah berkisar antara 20 – 150 mm per-dasarian dengan sifat hujan umumnya bawah normal.
“Curah hujan dasarian III Maret 2026 diprediksi dalam kategori rendah hingga menengah berkisar antara 20 – 100 mm per-dasarian dengan sifat hujan seluruhnya bawah normal,” ucap Reni.
Sebagai langkah tindah lanjut, Reni mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim hujan. Ini dapat diantisipasi melalui langkah mitigasi diantaranya dengan melakukan penyesuaian pola tanam. Antisipasi juga dilakukan di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang.
“Dengan melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan raya dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” kata Reni
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....