UNY Tegaskan Tak Ada Perlindungan Nilai bagi Perdana Arie

  • 28 Feb 2026 10:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menegaskan tidak memberikan perlindungan khusus terkait nilai akademik bagi Perdana Arie, mahasiswa yang menjadi tersangka kasus pembakaran tenda Polda DIY saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.

Kepala Kantor Humas dan Protokol UNY, Basikin mengatakan proses akademik Perdana Arie tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku, tanpa ada perlakuan khusus dalam hal nilai maupun kebijakan akademik lainnya. Ia mengatakan kampus tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi nilai yang telah dikeluarkan dosen, termasuk dalam situasi mahasiswa yang tengah menjalani proses hukum.

"Saya kira tidak bisa terkait dengan perlindungan nilai. Nilai yang sudah keluar itu tidak bisa kita apa-apakan," ujarnya saat ditemui di kampus UNY, Rabu, 25 Februari 2026.

Basikin menjelaskan, sistem akademik UNY membatasi pengisian nilai oleh dosen maksimal dua minggu setelah hari ujian terakhir. Setelah itu, sistem akan mengunci nilai secara otomatis dan tidak dapat diubah.

Menurutnya, memang ada kesempatan pembukaan Kembali sistem bagi dosen yang belum memasukkan nilai, namun sifatnya terbatas. Jika periode tersebut telah lewat, maka perubahan nilai tidak lagi dimungkinkan.

"Kami tidak bisa apa-apa kalau sudah terkunci. Bahkan dosen yang terlambat memasukkan nilai saja tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah melewati batas waktu," katanya.

Mengenai perlindungan hukum, Basikin mengungkap pihak kampus tidak terlibat secara khusus. Hal itu lantaran keluarga Arie sudah mendapat pendampingan dari organisasi bantuan hukum.

"Dengan adanya pendampingan dari Bara Adil, kami melihat pihak keluarga sudah cukup memiliki pendampingan," ujarnya.

Lebih lanjut saat ditanya mengenai kehadiran perwakilan kampus dalam persidangan, Basikin mengaku sempat berencana hadir, namun berhalangan karena tugas luar kota. "Saya pernah janji untuk hadir, tapi saat itu saya sedang berada di Jakarta, jadi tidak bisa datang," kata Basikin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....