DIY–Shanghai Siap Perluas Kerja Sama Strategis
- 27 Feb 2026 11:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Ye Su, pada Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas komitmen kedua pihak untuk memperkuat dan memperluas kerja sama sister province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Shanghai yang telah berjalan selama ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Gubernur DIY dalam pertemuan yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Ia menjelaskan, kunjungan kehormatan semacam ini merupakan tradisi diplomatik yang lazim dilakukan perwakilan negara sahabat di wilayah tugasnya.
“Konjen RRT di Surabaya ini baru menjalankan ketugasannya selama empat bulan. Dan beliau baru memiliki kesempatan berkunjung ke DIY untuk memperkenalkan diri, sekaligus membawa misi perluasan kerjasama dengan DIY. Karena DIY selama ini sudah memiliki kerjasama sister province dengan Shanghai, maka misi yang dibawa sebagian besar soal kerjasama sister province ini,” ujarnya.
Ghofar menyampaikan, Shanghai memiliki karakteristik setara provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 25 juta jiwa. Kota tersebut dikenal sebagai pusat metropolitan yang berperan penting dalam perdagangan, bisnis, investasi, pariwisata, hingga pendidikan. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi DIY untuk memperdalam hubungan kerja sama yang sudah terjalin.
“Bapak Gubernur berkeinginan memperdalam kerjasama DIY dan Shanghai. Dan saat pertemuan tadi, Ngarsa Dalem juga mengungkapkan kepada Konjen RRT, mohon untuk difasilitasi. Dan gayung bersambut, dari pihak RRT sendiri memang menginginkan hal yang sama,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengembangan kerja sama tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan. Ke depan, terbuka peluang kunjungan balasan, baik dari pemerintah RRT ke DIY maupun dari DIY ke Shanghai.
“Kalau bidang yang dikembangkan, sesuai dengan MOU adalah ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kebudayaan. Dari pihak Tiongkok memang memotret DIY sebagai pusat kebudayaan. Jadi itulah yang menjadi kekuatan kita dan jadi titik penting dalam kerjasama bilateral ini,” katanya.
Sebagai catatan, kerja sama sister province antara DIY dan Shanghai telah terjalin sejak 2016 dan diperbarui kembali pada 2023. Kemitraan ini mencakup sektor ekonomi, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, dan teknologi, dengan tujuan memperkuat pertukaran budaya, pelatihan aparatur sipil negara, serta promosi investasi. Kerja sama tersebut juga melibatkan Rumah Persahabatan Yogyakarta–Shanghai yang berlokasi di Kampung Ketandan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....