Manfaat Humus Daun Bambu untuk Pupuk dan Pestisida Alami

  • 24 Feb 2026 10:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi pedesaan, pengolahan humus atau kompos dari daun bambu kini mulai dilirik sebagai solusi pertanian yang efektif. Drs. Iqbal Tahir, M.Si., dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam perbincangan di program Mbangun Desa RRI Yogyakarta menyebut daun bambu, memiliki keunggulan dibandingkan jenis humus organik lainnya. Iqbal tahir menjelaskan secara alami, tanah di sekitar rumpun bambu mengandung jamur Trichoderma.

“Humus daun bambu ini sangat menarik. Di dalamnya terdapat jamur Trichoderma yang tumbuh alami di sekitar rumpun bambu. Jamur ini tidak hanya berfungsi sebagai nutrisi tanaman, tetapi juga berperan sebagai pestisida alami,” ujar Iqbal .

Berbeda dengan kompos biasa, humus daun bambu memiliki nilai tambah yang signifikan bagi tanaman. selain sebagai penyuplai nutrisi, humus daun bambu mengandung unsur hara penting seperti Nitrogen (N) yang dibutuhkan tanaman. Humus ini bisa menjadi pestisida alami, kandungan Trichoderma di dalamnya mampu membantu mencegah penyakit pada tanaman tanpa perlu menggunakan obat-obatan kimia yang berisiko membuat hama menjadi resisten.

Selain manfaat biologisnya, tanaman bambu sendiri memiliki peran ekologis yang sangat penting bagi desa, terutama di kawasan lereng perbukitan atau pegunungan seperti di lereng Merapi. Karena rumpun bambu dikenal mampu mengikat air tanah dengan sangat baik, sehingga dapat mencegah erosi dan memicu munculnya mata air baru di sekitarnya.

Pengolahan daun bambu menjadi humus tergolong cukup sederhana. Daun-daun yang gugur dibiarkan terurai hingga hancur menjadi remah-remah tanah yang kaya karbon. Hasil pengolahan ini sangat siap digunakan sebagai campuran media tanam, baik untuk pertanian, tanaman, maupun penghijauan Kembali pada lahan kritis.

Melalui sosialisasi dalam pengolahan humus daun, diharapkan masyarakat pedesaan tidak lagi membakar sampah daun bambu yang berisiko merusak ekosistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....