Jogja Bike Rendezvous 2026 Didorong Hadirkan Manfaat Nyata Bagi Warga
- 21 Feb 2026 10:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menerima audiensi Pengurus Cabang Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Yogyakarta, Jumat, 20 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Jogja Bike Rendezvous (JBR) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Pada kesempatan itu, Sri Paduka mendorong agar JBR 2026 tidak sekadar menjadi ajang hiburan komunitas, tetapi juga mampu memberi dampak sosial langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kepedulian.
“Kalau saya harapannya JBR 2026 dapat dibuat meriah dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, seperti dengan penyelenggaraan charity, merangkul komunitas peduli anak dan sebagainya,” ujar Sri Paduka di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta
Sri Paduka menekankan, JBR 2026 idealnya menjadi ruang kebersamaan dan memperkuat ikatan antaranggota komunitas, bukan hanya panggung hiburan semata. Menurutnya, konsep hiburan yang bersifat pelengkap dapat dialihkan untuk kegiatan sosial agar manfaat acara lebih dirasakan publik.
“Tugas JBR 2026 adalah menyediakan ruang yang nyaman dan aman bagi para anggotanya. Sehingga, panggung hiburan yang tidak menjadi prioritas utama dapat dialokasikan untuk yang lainnya, seperti bakti sosial atau kegiatan serupa,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya optimalisasi ruang digital dalam mendukung kesuksesan acara. Media sosial dan jejaring komunitas digital dinilai menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan informasi sejak jauh hari.
“Manfaatkan semaksimal mungkin dunia digital, media sosial dan komunitas digital. Karena yang paling penting adalah informasi ini sejak jauh-jauh hari sudah disampaikan, sehingga anggota komunitas dan masyarakat bisa tahu, kapan JBR 2026 akan diselenggarakan,” ujar Wagub DIY.
Lebih lanjut, Sri Paduka mengajak panitia untuk berani merancang konsep yang berbeda dan tidak terjebak pada pola lama penyelenggaraan event komunitas. Menurutnya, kesederhanaan yang menonjolkan nilai guyub justru dapat menjadi kekuatan utama JBR 2026.
“JBR 2026 akan tampil berbeda jika disandingkan dengan konsep yang sederhana, namun tetap berfokus pada guyub. Saat ini, konsep kebersamaan itu terasa mulai bergeser, yang penting memperbarui status, mengejar jumlah followers, lalu membandingkan diri dengan algoritma. Kita harus berani keluar dari batasan-batasan tersebut,” kata Sri Paduka.
Sri Paduka juga menyinggung makna filosofis sebuah kegiatan komunitas sebagai sarana mempererat persaudaraan. Ia menilai, JBR dapat dikemas layaknya reuni besar yang mengutamakan pertemuan dan interaksi antaranggota, tanpa kemasan yang berlebihan.
“Kita mengembalikan marwahnya, yaitu mengutamakan perkumpulan dan guyub dengan sesama anggota komunitas. Harapannya JBR dapat masuk dalam kalender event Yogyakarta kedepannya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....