Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang hingga Tanah Longsor
- 19 Feb 2026 08:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul: Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gunungkidul menyebabkan puluhan kejadian pohon tumbang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan situasi BPBD hingga Rabu, 18 Februari 2026 pukul 23.50 WIB, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp35,9 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, dampak cuaca ekstrem tersebar di delapan kapanewon dan 16 kalurahan.
“Mayoritas kejadian berupa pohon tumbang akibat angin kencang, serta tanah longsor di wilayah perbukitan. Sebagian besar kerusakan masuk kategori ringan,” ujar Purwono.
Pada kategori cuaca ekstrem, tercatat sedikitnya 27 kejadian, mulai dari pohon tumbang menimpa rumah warga, jaringan listrik dan internet, hingga menutup akses jalan. Beberapa di antaranya terjadi di Wonosari, Patuk, Playen, Nglipar, Karangmojo, Panggang, dan Semanu.
“Salah satu kejadian terjadi di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, di mana pohon perindang tumbang menimpa pagar dan bangunan warga. Angin kencang juga merusak atap kios di Pasar Hewan Munggi, Semanu. Selain itu, sejumlah pohon tumbang menyebabkan gangguan jaringan listrik di beberapa padukuhan,” ucapnya.
Sementara itu, bencana tanah longsor tercatat di sedikitnya 12 titik, terutama di wilayah Gedangsari dan Nglipar. Longsor menutup akses jalan, merusak rumah warga, serta mengancam infrastruktur seperti talud jalan kabupaten.
“Wilayah terdampak longsor antara lain Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, yang mengalami beberapa titik longsor di Suruh, Pace B, Jetis, hingga Jatibungkus. Selain itu, longsor juga terjadi di Pilangrejo, Nglipar, dengan kerusakan kategori sedang setelah material longsor menimpa bagian rumah warga,” kata Purwono.
Purwono menambahkan, penanganan dilakukan melalui asesmen cepat oleh TRC BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah setempat. Bantuan logistik serta peralatan juga disalurkan untuk mendukung pembersihan dan pemulihan akses.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta rutin memangkas pohon lapuk dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau dekat tiang listrik saat hujan disertai angin kencang.
“Jika terjadi hujan deras disertai angin, masyarakat diimbau menjauhi daerah rawan longsor dan aliran sungai. Informasi peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....