Banjir Bandang Ngawen, Hari ini Fokus Pembersihan

  • 18 Feb 2026 14:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Bencana tanah longsor yang memicu banjir bandang terjadi di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan rumah rusak dan memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pada Rabu 18 Februari 2026, petugas dan masyarakat fokus pada pembersihan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan langkah tanggap darurat telah dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, relawan Tagana, BPBD, serta masyarakat setempat untuk membersihkan puing longsoran. Pemerintah daerah juga akan melakukan kajian lanjutan terkait kondisi tanah yang masih berpotensi longsor jika hujan deras kembali terjadi.

“Dalam jangka pendek kami fokus pembersihan. Selanjutnya pemerintah daerah akan berkomunikasi dengan pemilik rumah. Jika masih berisiko, kami siapkan anggaran relokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi warga kurang mampu yang terdampak bencana, pemerintah membuka opsi relokasi dengan memanfaatkan tanah Sultan Ground atau tanah kas kalurahan. Menurutnya, relokasi memang bukan keputusan mudah karena warga telah puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, namun faktor keselamatan menjadi prioritas utama.

“Wilayah ini rawan kebencanaan dan sudah dipantau lebih dari 10 tahun. Tidak direkomendasikan untuk ditinggali kembali. Untuk sementara warga ditempatkan di safe house dan dinas sosial membantu hingga kondisi aman,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyebut sebanyak 12 kepala keluarga atau 51 jiwa terdampak bencana ini. Kawasan tersebut dinilai masuk kategori rawan longsor sehingga relokasi menjadi langkah jangka panjang.

“Relokasi akan dikoordinasikan bersama BPBD dan DPUPRKP, dengan anggaran dari DPU. BPBD fokus menyuplai makanan, logistik, evakuasi, serta pembersihan material longsor,” katanya.

Di lokasi pengungsian, dapur umum telah beroperasi sejak malam kejadian. Petugas dapur umum Suryanti, mengatakan pihaknya sudah terbiasa siaga menghadapi bencana di wilayah tersebut.

“Di Kalurahan Tancep kami selalu standby. Kami mulai beroperasi sejak malam tadi, menghimpun bantuan, mengolah makanan, lalu dibagikan kepada para pengungsi,” ujarnya.

Hingga kini, petugas masih melakukan pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan. Warga diimbau tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah perbukitan Gunungkidul.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....