Surjan Lurik Penuh Filosofi

  • 15 Feb 2026 06:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Warga Kadisoro RT 07 Gilangharjo, Pandak, Bantul, DIY, khususnya RT 07 melakukan rapat RT. Setiap Sabtu Kliwon malam pukul 20.00 WIB warga berkumpul untuk melakukan rembug RT. Uniknya warga RT 07 Kadisoro tersebut mengenakan baju Jawa lurik.

Ketua RT 07 Purnama mengatakan, untuk melestarikan budaya Jawa dan mencintai budaya khususnya Yogyakarta, setiap warga yang mengikuti rapat RT diwajibkan mengenakan pakaian Jawa. Kebiasaan mengenakan pakaian Jawa, meskipun hanya setiap rapat RT, tetapi harapannya dapat menginspirasi warga masyarakat yang lain, untuk bisa nguri-uri budaya Jawa.

“Diawal pemakaian busana Jawa, warga merasa ribet. Namun, dengan berjalannya waktu warga sudah terbiasa dengan pakaian Jawa lurik tersebut," ujarnya.

Busana Jawa lurik, terutama dalam bentuk surjan, bukan sekadar pakaian garis-garis, melainkan simbol kesederhanaan, kejujuran, dan keseimbangan hidup yang sarat filosofi Jawa. Motif garis vertikal melambangkan keteguhan, kerendahan hati, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Dengan mengenakan busana Jawa lurik, secara tidak langsung warga masyarakat teredukasi untuk bisa hidup sederhana, menjaga kejujuran, serta dapat menyeimbangkan kepentingan pribadi ataupun kepentingan umum. Keseimbangan hidup ini, akan membawa kehidupan yang damai dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....