Bawaslu DIY Gandeng HMI Perkuat Literasi Demokrasi Mahasiswa
- 14 Feb 2026 13:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) membuka peluang kolaborasi strategis dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memperkuat literasi demokrasi dan edukasi kepemiluan di kalangan mahasiswa. Kolaborasi tersebut mencuat dalam audiensi yang berlangsung di ruang Ketua Bawaslu DIY, Kamis (12/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi mahasiswa.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib bersama Anggota Bawaslu DIY sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Umi Illiyina. Dalam suasana dialogis, kedua pihak membahas peluang kerja sama kelembagaan yang berorientasi pada peningkatan kesadaran politik mahasiswa. Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Umum HMI Korkom UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Revika, menyampaikan apresiasi atas sambutan terbuka dari Bawaslu DIY. Ia menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami proses demokrasi secara substantif. “Kami mengapresiasi keterbukaan Bawaslu DIY dan berharap kerja sama ini dapat memperkuat literasi kepemiluan serta membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap demokrasi,” ujarnya.
Bawaslu DIY juga menyatakan kesiapan untuk menghadiri peringatan milad HMI serta membuka opsi kerja sama formal melalui Nota Kesepahaman (MoU) maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS). Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan program edukasi kepemiluan berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi formal diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada lebih banyak mahasiswa.
Anggota Bawaslu DIY Umi Illiyina, menegaskan bahwa kolaborasi dengan kalangan mahasiswa menjadi kebutuhan strategis di tengah dinamika demokrasi yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai penghubung antara regulasi dan praktik demokrasi di lapangan. “Tantangan Bawaslu adalah regulasi dan dinamika di lapangan yang kerap berbeda dan beragam. Kolaborasi dengan mahasiswa bisa menjadi penghubung dalam hal edukasi kepemiluan, wawasan demokrasi, dan isu strategis lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan meliputi diskusi rutin, pendidikan kepemiluan, serta penguatan partisipasi publik dalam penggunaan hak pilih. Mahasiswa juga memiliki peluang terlibat langsung dalam proses kepemiluan, baik melalui program magang, pemantauan pemilu, maupun menjadi penyelenggara ad hoc. “Keterlibatan mahasiswa tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka, tetapi juga memperkuat partisipasi publik secara keseluruhan,” ucapnya.
Bawaslu DIY menilai sinergi dengan organisasi mahasiswa seperti HMI memiliki prospek luas, mengingat Pengurus Besar HMI telah terdaftar sebagai pemantau pemilu pada Pemilu 2024. Keterlibatan mahasiswa dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun generasi muda yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran politik mahasiswa tidak hanya muncul saat momentum elektoral, tetapi juga menjadi bagian dari budaya demokrasi sehari-hari. (KAT/AAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....