Pasca Gempa, Fasilitas Pendidikan di Bantul Sudah Kembali Normal
- 12 Feb 2026 10:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan pemulihan dampak gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat, 6 Februari 2026 akan terus dilakukan. Kini, sejumlah fasilitas publik terutama sektor pendidikan sudah kembali berfungsi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, sejumlah fasilitas pendidikan yang sempat mengalami kerusakan, telah dilakukan proses perbaikan. Sehingga, praktik belajar mengajar sudah kembali berjalan normal.
“Dari laporan BPBD Bantul, fasilitas pendidikan terutama SD dan SMP yang terdampak gempa kemarin sudah diperbaiki dan layanan pendidikan sudah kembali normal tanpa ada gangguan,” ucapnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Agus menambahkan, total kerugian sementara akibat gempa diperkirakan mencapai Rp1.327.600.000. Angka tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh BPBD Bantul.
“Itu semua mencakup fasilitas pemerintah, fasilitas publik, dan rumah milik warga. Untuk kerusakan rumah warga sebagian sudah ditangani oleh masyarakat dan relawan,” ujarnya.
Terkait korban luka Agus menyebut, pihaknya masih terus melakukan pemantauan. Berdasarkan data terakhir, setidaknya ada 41 korban luka dengan rincian 11 orang masih dirawat sedangkan 31 lainnya rawat jalan.
“Untuk perawatannya tersebar di beberapa rumah sakit dan dari Dinas Kesehatan akan melakukan pendataan, lalu berkoordinasi dengan rumah sakit untuk pembiayaan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo menjelaskan, penanganan dampak kerusakan dilakukan dengan kolaborasi antara Pemkab Bantul dan pemerintah kalurahan. Ia menyebut, apabila kerusakan dapat ditangani dengan anggaran kalurahan, maka penanganan dapat dilaksanakan di level kalurahan.
“Apabila sekiranya kerusakan itu bisa ditangani oleh pemerintah kalurahan dengan dana kebencanaan, tentunya pemerintah kalurahan akan diberdayakan,” ucapnya.
Meski begitu, pihaknya tidak menampik kemungkinan penggunaan dana bantuan tak terduga (BTT) untuk mempercepat proses pemulihan. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil kajian selanjutnya.
“Tentunya akan melihat seperti apa perkembangan ke depan nantinya. Mengingat, proses asesmen juga masih terus dilakuka,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....