Melon Hidroponik Jadi Contoh Diversifikasi Pertanian di Gunungkidul

  • 09 Feb 2026 19:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan kunjungan ke Padukuhan Kembang, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Senin, 9 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Endah menekankan pentingnya diversifikasi pertanian agar petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas, seperti padi.

Menurutnya, berdasarkan perbandingan hasil tanam, komoditas melon dinilai lebih menguntungkan. Dengan masa tanam sekitar 65 hari, keuntungan yang diperoleh relatif lebih besar dibandingkan tanaman pangan tradisional.

“Pertanian tidak harus selalu menanam padi. Bisa dikembangkan ke hortikultura, perkebunan, maupun sayuran,” ujar Bupati.

Sementara itu, pemilik usaha pertanian melon, Untung mengatakan, adapun keberhasilan tersebut diraih melalui proses panjang. Ia memulai usaha dari skala kecil dan sempat mengalami kegagalan sebelum akhirnya mampu mengelola dua lokasi rumah kaca.

“Sistem hidroponik NFT yang diterapkan memungkinkan penanaman dilakukan sepanjang tahun tanpa bergantung musim. Musim hujan pun tetap bisa menanam dan panen,” kata dia, menjelaskan.

Selain melon, sistem tersebut juga dapat digunakan untuk budidaya cabai dan berbagai jenis sayuran. Setiap masa panen menghasilkan sekitar 800 kilogram hingga 1 ton melon, tergantung kualitas perawatan.

Varietas unggulan yang ditanam yakni melon Talent dan Sweet Lavender dengan bibit impor. Hasil panen langsung didistribusikan ke supermarket di Jakarta setelah dipetik.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....