Ribuan Santri Ikuti Haflah Khotmil Quran Pandanaran
- 08 Feb 2026 05:13 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Bertepatan dengan malam 17 Sya’ban 1447 H, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran menyelenggarakan Haflah Khotmil Quran ke-52 di Lapangan Habib Syekh, Komplek 3 Putri. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peringatan Haul Masyayikh KH Mufid Mas’ud ke-19 dan Nyai Jauharoh Munawwir ke-28.
Rangkaian prosesi dimulai sejak ba’da Maghrib dengan pembacaan Ratibul Haddad, dilanjutkan lantunan Maulid Diba’ oleh Gus Azka Sya’bana bersama Tim HPP Pusat.
Memasuki inti acara, sebanyak 1.631 santri mengikuti prosesi khataman. Jumlah tersebut terdiri dari 279 khotimin Juz ‘Amma bil ghoib, 373 khotimat Juz ‘Amma bil ghoib, 286 khotimin 30 juz bin nadzri, 518 khotimat 30 juz bin nadzri, 38 khotimin 30 juz bil ghoib, serta 137 khotimat 30 juz bil ghoib. Meski hujan sempat turun, jalannya acara tetap berlangsung lancar tanpa mengurangi kekhusyukan para peserta.
Dalam sambutannya, perwakilan Ponpes Sunan Pandanaran, Gus Muhammad Nahdhy, M.Pd., menyampaikan, Khotmil Quran ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-50 Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan amanah pesantren selama lima dekade yang kini telah melahirkan berbagai lembaga pendidikan hingga kurang lebih 18 cabang, mulai dari PAUD, RA, MTs, MA, hingga Perguruan Tinggi ISQI Sunan Pandanaran.
Selain itu, terdapat lima cabang pesantren dengan pendidikan formal berbagai jenjang serta 13 cabang yang berfokus pada program huffadz, salafiyah, pendidikan keterampilan, serta entrepreneur.
“Kepada para santri, tetaplah semangat dan jangan pernah berhenti belajar. Alquran adalah teman hidupmu. Jagalah Alquran, maka Alquran akan menjaga kalian,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan Mauidhah Hasanah yang disampaikan oleh KH Muhammad Mustofa Akil Siroj. Beliau mengajak jamaah untuk merenungi kemuliaan Alquran sebagai Kalamullah.
“Allah Maha Mulia, maka Kalam-Nya pun mulia. Saking mulianya Alquran, apa pun yang berkaitan dengannya akan turut dimuliakan,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana Malaikat Jibril diangkat derajatnya menjadi sayyidul malaikat karena membawa wahyu Alquran. Malam diturunkannya Alquran dimuliakan sebagai Lailatul Qadar, yang hadir di bulan Ramadan—bulan paling mulia dengan berbagai keutamaan seperti puasa dan tarawih. Melalui penjelasan tersebut, beliau menegaskan, kedekatan dengan Alquran adalah jalan menuju kemuliaan bagi setiap muslim. (Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....