Cara Unik Lavender Squad Kumpulkan Donasi bagi Penderita Kanker

  • 07 Feb 2026 09:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI. CO. ID, Sleman - Komunitas Lavender Squad merupakan sebuah komunitas sosial untuk membantu penderita kanker yang kurang mampu. Caranya melalui hasil penjualan preloved (barang bekas pakai yang masih layak, red). 

Kepedulian sosial ini sebagai wujud nyata solidaritas komunitas dalam membantu sesama, khususnya para pejuang dan penyintas kanker yang membutuhkan dukungan moral maupun finansial.

"Ini sudah hadir dari empat tahun lalu ya di mana anggotanya pada umumnya ibu-ibu dari Komunitas Line Dance KeCe (Keluarga Cemara)  yang juga pejuang dan penyintas kanker. Konsep penjualan barang preloved layak pakai, mulai dari pakaian, aksesori, hingga barang kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan harga murah," ujar Indah Hamdani, Wakil Ketua Komunitas Lavender Squad kepada RRI di sela-sela penjualan barang preloved dalam Gathering Line Dance 28th Wien's Community pada Kamis, 5 Februari pekan lalu, di Sleman City Hall.

Oma Indah sapaan akrab Indah Hamdani menuturkan, seluruh hasil penjualan preloved diserahkan kepada Rumah Singgah Kasih Bunda untuk anak-anak kanker dan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Seluruh barang yang dijual merupakan sumbangan dari anggota Lavender Squad dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

"Yang sudah kita jalani selama ini, sih melayani Rumah Singgah Kasih Bunda. Kita sudah melunaskan cicilan ambulans, membantu cicilan kontrakan untuk menampung anak-anak di rumah singgah sudah sekitar 4 tahun. Setiap bulan kita ada iuran tetap sebagai anggota dan ada juga iuran dari kelas charity line dance Lavender Squad juga donasi-donasi sukarela dari relawan," ucap Oma Indah.

Disampaikan Oma Indah bahwa awalnya barang preloved disalurkan donator langsung ke Cik Maya yang merupakan Ketua Lavender Squad

"Lama kelamaan barang preloved tambah banyak dan Cik Maya kewalahan ya jadi diserahkan ke Oma untuk ngurus dan sejak Oma pegang, Oma menawarkan diri untuk jualan di acara gathering line dance semacam bazaar," kata Oma Indah, menambahkan. 

Lebih lanjut  Indah menyatakan, jika berjualan barang preloved dengan cara  door-to-door (pintu ke pintu) hasilnya kurang memuaskan, tapi jika melalui forum gathering line dance hasil penjualannya maksimal. 

"Paling besar yang kita pernah kumpulkan, ya istilahnya kalau Oma itu mengumpulkan receh, pernah hampir Rp4 juta sekali gathering dana masuk ke kas lavender untuk dana sosial dan pernah paling kecil itu Rp450 ribu," ucap dia.

Menariknya, Indah bercerita kegiatan ini tidak hanya bertujuan menggalang dana, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap gaya hidup berkelanjutan. Dengan membeli barang preloved, pembeli turut berkontribusi dalam mengurangi limbah sekaligus membantu sesama yang sedang berjuang melawan kanker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....