Lestarikan Permainan Tradisional, SD Muhammadiyah Sapen Libatkan Siswa Mancanegara

  • 06 Feb 2026 11:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Kegiatan International Supercamp #4 yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah Sapen pada 3–5 Februari 2026 di Bumi Perkemahan Rama Shinta, Yogyakarta, menjadi ajang pengenalan budaya melalui permainan tradisional. Kegiatan dua tahunan ini diikuti oleh 448 peserta yang terdiri dari siswa berbagai daerah di Indonesia serta delegasi sekolah dari Malaysia.

Fokus utama dalam perkemahan ini adalah pengenalan materi permainan dan tradisi lokal, di antaranya Dolanan Kene, Lepetan, Sambel Geprek, Dhingklik Oglak Aglik, Blarak Sempal, dan Cempo Rowa. Melalui materi tersebut, para peserta diajak untuk membangun kolaborasi dan interaksi lintas budaya.

Antusiasme tinggi terlihat saat para peserta pandu Hizbul Wathan (HW) dari berbagai wilayah di Indonesia mempraktikkan permainan Dhingklik Oglak Aglik dan Blarak Sempal bersama rekan-rekan mereka.

Kehadiran delegasi internasional seperti SK Sri Langat Banting, SK Batu Laut Klang, SK Bandar Banting, SK Olak Lempit, dan SK Taman Damansara Aliff dari Malaysia memberikan dimensi baru dalam pelestarian budaya ini. Selain itu, peserta dari luar daerah seperti Kutai Kartanegara, Riau, Palembang, Magelang, hingga Sidoarjo turut berpartisipasi dalam rangkaian aktivitas luar ruang yang dirancang untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial.

Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa interaksi melalui permainan tradisional dan kegiatan kepanduan sangat efektif dalam membentuk wawasan global siswa.

“Pengalaman langsung ini melatih keterbukaan berpikir dan toleransi di tengah keberagaman latar belakang budaya peserta,” katanya.

Kemeriahan pembukaan didukung pula oleh penampilan tarian kolosal dari Moesa Creative Academy (MCA) yang mengisahkan sejarah Pandu Hizbul Wathan, serta atraksi dari komunitas aeromodeling sekolah. Melalui perpaduan nilai tradisi dan modernitas ini, International Supercamp #4 diharapkan mampu menanamkan karakter tangguh dan semangat kebersamaan pada generasi muda di tingkat internasional. (Ajeng)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....