Child Grooming dan Pencegahannya
- 03 Feb 2026 17:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Child grooming adalah proses manipulasi emosional yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa ke individu usia anak. Berdasarkan UU Perlindungan Anak, yang disebut anak adalah individu di bawah 18 tahun. Hal ini dikatakan Ardila Vindy Suryani selaku Konselor Puspaga Prima DIY dalam Dialog Pengarusutamaan Gender di Pro 1 RRI Yogyakarta.
Child grooming berawal dari proses pendekatan kemudian dibangun kepercayaannya dengan tujuan akhirnya dieksploitasi. Biasanya arahnya terkait dengan pelecehan dan kekerasan seksual.
Isu ini sudah lama terjadi, dan belum lama ini viral di media. Artis bernama Aurelie mengungkapkan ke publik melalui karyanya. Sebuah buku berjudul Broken Strings berisi kisah hidupnya yang pernah menjadi korban child grooming. Ini menunjukkan bahwa isu child grooming sudah terjadi lama. Penting bagi orangtua untuk tahu child grooming agar lebih peka dan sadar.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai orangtua harus bertanggungjawab atas keamanan anaknya. Pelaku child grooming bisa orang terdekat dengan anak dan orangtua tidak menyangka karena sikapnya baik.
Tahapan dari child grooming yang pertama adalah penentuan target. Anak yang mudah menjadi target adalah anak-anak rentan. Anak broken home yang punya masalah dengan keluarga dan anak dengan kepercayaan diri rendah. Kedua, berusaha memisahkan target dengan orang lain. Merayu target agar selalu dekat dengan pelaku. Ketiga, pelaku child grooming bisa melakukan manipulasi berulang, dengan selalu terlihat baik.
Ciri anak yang mendapatkan perlakuan child grooming bisa dilihat dari perubahan sikap yang tiba-tiba. Misal biasanya ceria menjadi pendiam. Tampak kelelahan jika mendapatkan perlakuan child grooming di media sosial. Karena si anak harus terus menerus merespon pelaku. Ciri yang lain adalah memiliki kedekatan yang tidak wajar dengan seseorang atau orang asing.
Jika ternyata anak menjadi korban child grooming, yang harus dilakukan adalah fokus ke anak terlebih dahulu. Lindungi dan hilangkan traumanya. Jika perlu hubungi hotline Kementerian di Sapa 129. Terlebih jika pelakunya adalah orang terdekat, jangan ragu lapor ke pihak terkait. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terjadi kepada anak lain.
Lebih lanjut Vindy menjelaskan agar anak terhindar dari child grooming, sebagai orang tua penting membangun hubungan baik dengan anak. Dengarkan curhatan-curhatan anak seperti seorang sahabat. Sehingga apapun yang terjadi pada anak orangtua bisa waspada dan mencegah hal yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....