KADIN DIY Bangun Ekosistem Usaha Berdaya Saing
- 03 Feb 2026 14:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan posisi strategis Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY sebagai penghubung kolaborasi dunia usaha dalam membangun struktur ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing. KADIN DIY diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dan besar, menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dunia usaha, serta mengaitkan potensi lokal dengan peluang pasar global.
Penegasan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam Pelantikan Pengurus KADIN DIY Masa Bakti 2025–2030 yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Sabtu, 31 Januari 2026. Prosesi pelantikan dilakukan Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dan dihadiri jajaran Forkopimda DIY, kepala perangkat daerah, pengurus KADIN DIY, pelaku usaha, serta mitra strategis dari sektor publik dan swasta.
Sri Sultan menyampaikan, dari simpul kolaborasi tersebut diharapkan tumbuh rasa saling percaya dan semangat gotong royong sebagai fondasi penguatan ekosistem usaha di DIY. KADIN DIY didorong untuk melahirkan lebih banyak local champion di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga industri kecil dan menengah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dunia usaha diibaratkan seperti bambu yang luwes, tetap tegak di tengah terpaan angin perubahan. Dunia bergerak sangat cepat. Rantai pasok bergeser, pola konsumsi berubah, teknologi berkembang tanpa jeda. Namun kemajuan tetap ditentukan oleh kepemimpinan, bukan semata mesin dan modal, melainkan kejernihan akal, ketajaman rasa, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegagalan organisasi dalam memanfaatkan inovasi kerap tidak disebabkan keterbatasan teknologi, melainkan lemahnya kepemimpinan dalam menata ulang proses kerja, budaya organisasi, serta kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, perubahan sejati selalu berawal dari kualitas kepemimpinan.
“Ekonomi DIY tumbuh dari denyut kehidupan rakyat, mulai dari sektor pangan sebagai akar ketahanan, pariwisata sebagai wajah peradaban, ekonomi kreatif sebagai jiwa, serta manufaktur dan industri kecil sebagai otot penggerak kesejahteraan. Ketika seluruh elemen ini bergerak selaras, akan terbangun tubuh ekonomi DIY yang utuh dan tangguh,” katanya.
Lebih lanjut, Sri Sultan menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak sekadar dipandang sebagai program ekonomi, tetapi sebagai strategi kebudayaan dan fondasi kemandirian di masa depan. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang terimplementasi dalam Tri Satya Brata, yakni menjaga lingkungan, memperkuat negara, dan memuliakan manusia melalui sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Di tengah dinamika global yang terus berubah, Sri Sultan menekankan pentingnya kepemimpinan dunia usaha yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjadikan organisasi sebagai ekosistem pembelajar sepanjang hayat.
“Saya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus KADIN DIY yang hari ini dilantik. Amanah ini merupakan panggilan untuk menjadikan dunia usaha DIY semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing,” ucapnya.
Usai pelantikan, Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi, menyampaikan bahwa hingga saat ini KADIN DIY telah mendampingi sekitar 200–300 pelaku UMKM melalui beragam program pelatihan. Selain itu, KADIN DIY juga aktif mendorong masuknya investasi hijau secara selektif dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami berpesan kepada investor yang masuk ke DIY agar tumbuh bersama masyarakat, menerapkan konsep investasi hijau, dan tidak menimbulkan polusi. DIY ingin berkembang bersama investor yang sejalan dan berkelanjutan,” ujarnya.
GKR Mangkubumi menegaskan komitmen KADIN DIY untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah DIY dalam mendukung RPJMD dan visi pembangunan Gubernur DIY. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan peran dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, serta peningkatan kualitas investasi yang berkelanjutan.
Dalam menjalankan fungsinya, KADIN DIY juga meneguhkan filosofi utama Yogyakarta sebagai landasan nilai dan etika organisasi, selaras dengan moto KADIN.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengapresiasi dukungan Gubernur DIY terhadap KADIN. Ia menilai KADIN DIY sebagai contoh organisasi yang harmonis dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Seperti arahan Sri Sultan, KADIN adalah simpul penghubung pelaku usaha besar dan kecil, global dan lokal, kebijakan dan dunia usaha. Dengan kepengurusan baru, kami berharap KADIN DIY semakin kompak, bertumbuh dan mampu memanfaatkan peluang ke depan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....