Bakal Terjadi Hujan Lebat 2 Hari, Waspada Bencana Hidrometeorologi
- 02 Feb 2026 14:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Cuaca ekstrem hujan sedang sampai dengan lebat diprediksikan BMKG sampai tanggal 4 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di zona rawan bencana.
Sita Petugas dari Media Center BPBD DIY dalam siarannya di Pro 1 RRI Yogyakarta mengatakan, berdasarkan pantauan situasi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY pada Senin, 2 Februari 2026, cuaca secara umum terpantau cerah berawan. Namun, curah hujan sebelumnya telah memicu bencana tanah longsor di wilayah Kota Yogyakarta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026 pukul 15.15 WIB, tepatnya di Tegal Gendu, Prenggan, Kotagede. Material longsor dilaporkan menutup aliran Sungai Manunggal dan sempat mengancam satu rumah tinggal di area tersebut. Petugas terkait telah melakukan pemantauan di lokasi untuk memitigasi dampak lebih lanjut.
Sementara itu, aktivitas Gunung Merapi menunjukkan tren peningkatan pada periode pengamatan terbaru. Meski pada hari Minggu 1 Februari 2026 tidak teramati adanya guguran lava secara visual, kondisi berubah pada Senin pagi.
Hingga pukul 06.00 WIB hari ini, tercatat telah terjadi 5 kali guguran lava ke arah Barat Daya. Jarak luncur maksimum terpantau mencapai 2.000 meter. Saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga). Masyarakat diminta menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan oleh BPPTKG.
Selain longsor dan aktivitas vulkanik, otoritas setempat juga memberikan edukasi mengenai fenomena sinkhole atau lubang amblas. Fenomena ini sering terjadi di daerah batuan kapur (karst) akibat pengikisan air bawah tanah yang menciptakan rongga hingga struktur tanah di atasnya runtuh.
Masyarakat diminta mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah, antara lain:
1. Munculnya retakan kecil di permukaan tanah atau bangunan.
2. Penurunan permukaan tanah secara perlahan.
3. Adanya genangan air yang disertai pusaran.
4. Munculnya lubang-lubang kecil yang menjadi jalur masuk air ke dalam tanah.
"Pelaporan sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalisir," katanya.
Bagi warga yang menemukan indikasi kerusakan lahan atau gejala sinkhole di lingkungannya, diharapkan segera melapor ke BPBD atau instansi terkait demi langkah mitigasi cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....