Ini Urgensi Menjadikan Jeron Beteng Kawasan Rendah Emisi

  • 02 Feb 2026 14:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM mendeklarasikan Gerakan Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Jeron Beteng. Deklarasi digelar pada Minggu, 1 Februari 2026 di Plaza Pasar Ngasem.

Peneliti Pustral UGM Ikaputra mengatakan upaya ini diharapkan bisa mendorong kesadaran publik terkait pengembangan kawasan berkelanjutan dan rendah emisi. Karena hal ini selaras dengan nilai budaya dan karakter heritage di kawasan tersebut.

“Kraton ini sudah praktik sebagai kawasan rendah emisi, karena kalau mau masuk ke kawasan ini harus mematikan motor dan jalan kaki,” ujarnya.

Sejak lama menurut Ikaputra, Kraton menerapkan praktik ramah lingkungan. Filosofi Memayu Hayuning Bawono atau memperindah keindahan dunia sudah dipraktikkan sejak lama.

“Kita mulai dari kawasan jeron beteng, karena kalau Malioboro kan sudah berkomitmen sebagai kawasan rendah emisi,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan gerakan ini dilakukan secara bertahap. Karena perlu koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kraton Yogyakarta selaku pemilik wilayah dan juga masyarakat.

“Ini akan diawali dengan pengurangan emisi karbon, seperti yang sudah dilakukan di Malioboro, kita lihat sendiri kemacetan di Jeron Beteng,” ujarnya.

Kegiatan deklarasi diawali dengan walking tour, bergantian juga dengan pergantian moda transportasi ramah lingkungan. Mulai dari becak listrik, angkutan umum Sitole, hingga berjalan kaki mengelilingi kawasan Jeron Beteng.  

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....