Gunungkidul Buka Peluang Investasi Pakan Ternak Ruminansia
- 30 Jan 2026 19:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membuka peluang investasi di bidang pengolahan pakan ternak ruminansia. Peluang ini didukung oleh besarnya potensi peternakan di wilayah Gunungkidul yang selama ini dikenal sebagai lumbung ternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berdasarkan hasil riset, populasi ternak di Gunungkidul cukup besar, meliputi sapi potong sebanyak 149 ribu ekor, sapi perah 161 ribu ekor, dan kambing mencapai 218 ribu ekor. Namun hingga kini, sebagian besar peternak masih bergantung pada pakan olahan ruminansia yang didatangkan dari luar daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, adapun potensi pengembangan pakan ternak di Gunungkidul sangat besar.
“Untuk saat ini potensi pakan ternak cukup besar. Selama ini peternak lebih mengandalkan pakan basah dari tanaman, sementara untuk konsentrat kering masih belum terlalu banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gunungkidul memiliki sumber daya pertanian yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak ruminansia.
“Gunungkidul dikenal sebagai gudang ternak di DIY. Kalau kita mau membangun ekosistem peternakan, sebenarnya pakan ternak bisa diproduksi di Gunungkidul karena hasil pertanian seperti jagung dan ketela juga melimpah dan bisa dijadikan bahan pakan,” ucapnya.
Menurut Arif, ketersediaan bahan baku lokal sejatinya sudah mencukupi. Apabila ekosistem peternakan dapat terbangun dan bergerak secara berkelanjutan, maka sektor pertanian juga akan ikut berkembang.
“Dengan bahan baku yang ada di Gunungkidul sebenarnya mencukupi. Kalau ekosistem peternakan ini bisa terbangun, sektor pertanian akan maju dan lebih survive dibanding sektor lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kebijakan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat turut mendukung penguatan sektor pertanian di daerah.
“Dengan kebijakan swasembada pangan dari presiden, banyak program yang mendukung sektor pertanian seperti irigasi dan sumur bor. Artinya hasil pertanian meningkat hampir dua kali lipat. Salah satu dampaknya adalah angka kemiskinan di Gunungkidul turun sebesar 1,03 persen, dan itu salah satunya ditopang sektor pertanian,” ujarnya.
Melihat potensi tersebut, Pemkab Gunungkidul mengajak para investor untuk mengambil peluang usaha pengolahan pakan ternak ruminansia. Pakan ternak yang dimaksud merupakan pakan fermentasi berbahan dasar jerami, khususnya jerami padi, yang diproses menggunakan mikroorganisme sehingga memiliki nilai gizi lebih tinggi dan mudah dicerna oleh ternak ruminansia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....