Daop 6 Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 23 Persen

  • 29 Jan 2026 17:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyebut pihaknya mencatatkan kenaikan kinerja angkutan barang sebesar 23 persen jika dibandingkan tahun lalu. Feni mengatakan, realisasi volume angkutan barang pada 2025 mencapai 380.516 ton. Sementara tahun lalu mencapai 308.761 ton.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan pelanggan yang terus tumbuh terhadap moda transportasi kereta api sebagai solusi logistik yang andal, berkapasitas besar, aman, dan berkelanjutan,” ujar Feni, Kamis, 29 Januari 2026.

Feni menambahkan, volume angkutan barang tertinggi terjadi pada beberapa bulan strategis. Bulan Mei menjadi periode dengan volume angkut tertinggi dengan total 36.769 ton, disusul bulan Agustus sebesar 35.782 ton, dan bulan Juli dengan volume 35.291 ton. Tingginya volume pada bulan-bulan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi dan kebutuhan logistik di wilayah kerja Daop 6.

Sementara itu, Feni mencatat bahan bakar minyak masih menjadi komoditas dominan yang diangkut KAI Daop 6 sepanjang tahun 2025. Total volume bahan bakar minyak yang diangkut mencapai 328.909 ton.

“Selain BBM, komoditas lain juga menunjukkan kontribusi signifikan. Di antaranya komoditi lain-lain sebesar 34.033 ton, Bahan Hantaran Paket (BHP) sebesar 17.274 ton dan Motis sebanyak 300 ton,” kata Feni.

Feni menuturkan pihaknya berupaya menghadirkan layanan angkutan barang yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan dalam mendukung pergerakan rantai distribusi logistik nasional. Dia menyebut KAI Daop 6 akan terus melakukan peningkatan layanan, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun sistem operasional, guna memastikan kelancaran distribusi barang serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional bahkan nasional.

“Ke depan, KAI Daop 6 berkomitmen untuk terus memperkuat layanan angkutan barang melalui inovasi dan kolaborasi dengan para mitra, sehingga kereta api dapat menjadi pilihan utama dalam sistem logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ucap Feni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....