Puan Bertamasya, Tingkatkan Literasi dengan Wisata
- 29 Jan 2026 12:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sejumlah cara kreatif dilakukan anak muda di Yogyakarta untuk meningkatkan literasi. Sebuah komunitas membaca, Puan dan Bukunya mengajak para perempuan untuk meningkatkan literasi lewat kegiatan Puan Bertamasya.
Inisiator Komunitas Puan dan Bukunyab Dinda Ajeng Prastika menjelaskan lewat kegiatan Puan Bertamasya, para perempuan yang menjadi anggota komunitas diajak untuk berkeliling kawasan Kotagede. Mulai dari menyusuri Masjid Gedhe Mataram hingga melihat kembali jejak sejarah yang ada di bangunan Beetwen Two Gate. Selama perjalanan, peserta juga didampingi oleh seoang tour guide. Menurut Dinda, ini menjadi cara yang menyenangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi, selain dari membaca buku.
“Kami ingin belajar langsung karena kan biasanya kita lebih banyak ilmu dapatnya dari buku. Memang di kegiatan utama tetap ada baca buku, tapi setelah itu kita berkeliling untuk tahu sejarah dan budaya Kotagede,” ujar Dinda saat diwawancara belum lama ini.
Dinda mengaku sengaja memilih Kotagede sebagai tujuan bertamasya. Bagi Dinda, Kotagede menyimpan banyak sejarah yang perlu diketahui oleh banyak orang. Tak hanya berkeliling, anggota komunitas juga mengenakan pakaian khas Jawa, yakni kebaya dan jarik. Selain sebagai upaya untuk nguri-uri kebudayaan, kebaya ataupun jarik ini digunakan sebagai simbol kebanggan menjadi seorang perempuan.
“Kami ikut meningkatkan literasi ini dengan cara yang menarik, dengan kegiatan-kegiatan yang puan banget atau yang perempuan banget,” ucap Dinda.
Salah satu peserta Puan Bertamasya Ika Suswanti menyebut baru pertama kali bergabung dengan komunitas Puan dan Bukunya. Ika mengaku senang dan terkesan dengan kegiatan Puan Bertamasya. Menurutnya, kegitan ini bukan sekadar hiburan yang menyenangkan. Namun, juga ada berbagai ilmu dan pengetahuan baru yang dia dapatkan. Kegiatan diawali dengan silent reading yang diikuti oleh semua anggota komunitas. Dilanjutkan dengan berkunjung ke Pasar Kotagede dan Masjid Gedhe Mataram.
“Komposisi acaranya sangat lengkap menurut saya. Tidak hanya membaca buku sebagai acara intinya, tapi ada kreativitas bisa ketemu sama orang-orang baru. Harapannya intensitasnya bisa lebih sering lagi dan mungkin bisa main-main ke kabupaten yang lain,” kata warga Kulon Progo ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....