Agroforestry "Pabrik Oksigen" Bernilai Tambah bagi Warga Desa

  • 27 Jan 2026 14:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjaga kelestarian alam tidak harus selalu dilakukan di tengah hutan. Agroforestry penghijauan hadir sebagai solusi bagi masyarakat pedesaan untuk memadukan fungsi ekologis pohon dengan nilai ekonomis pertanian.

Drs Iqmal Tahir, MSi, akademisi dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM, dalam perbincangan di acara Mbangun Desa Pro4 RRI Yogyakarta, menjelaskan Agroforestry adalah sistem komposisi yang mengkombinasikan tanaman pohon keras dengan tanaman pertanian dalam satu kawasan. Semacam tumpeng sari di dalam pertanian.  

Strategi ini memungkinkan masyarakat mendapatkan penghasilan rutin dari tanaman musiman, sembari menunggu pohon kayu besar siap panen dalam hitungan puluhan tahun.

Tidak hanya sekadar menanam, konsep ini berfokus pada pemanfaatan lahan pekarangan milik warga. Strategi ini diambil agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan yang tinggi untuk merawat tanaman tersebut, di sela-sela aktivitas harian mereka.

Selain meningkatkan ekonomi, agroforestry penghijauan ini berfungsi sebagai penyerap air tanah dan "pabrik oksigen" dalam  menjaga kualitas lingkungan hidup di pedesaan.

Menurut Iqmal, Membangun desa kini tak lagi sekadar infrastruktur, tapi juga tentang menanam masa depan melalui harmoni antara manusia dan alam.

Iqmal menambahkan selama mendampingi program ini, Antusiasme warga  tergolong tinggi, termasuk dalam hal memilih tanaman yang akan ditanam. Banyak dari masyarakat , setelah diberi penjelasan mereka  baru menyadari bahwa bibit unggul tidak harus selalu dibeli dengan harga mahal, namun bisa dihasilkan sendiri melalui teknik penyambungan yang tepat.

“Semisal saja Melalui teknik grafting atau okulasi dengan varietas unggul, pohon diharapkan lebih cepat besar dan lebih cepat berbuah, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata bagi warga desa,” katanya.

Ia menyebut Agroforestry ini sudah dilakukan di wilayah Kebumen, Jawa Tengah dan sudah menunjukkan hasil. Seperti halnya penghijauan dilakukan yang di sekitar embung atau telaga alam pada daerah lahan kars.

Terkait dengan kegiatan itu, agar bisa berjalan dengan baik,  pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang. Dengan   berkonsultasi dengan pihak BPDAS atau  ahli kehutanan untuk memastikan jenis pohon yang ditanam sesuai dengan karakteristik lahan setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....