Sadar Pangan Sehat Lewat Gerakan Biosaka

  • 27 Jan 2026 14:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Biosaka merupakan gerakan organik, pertanian organik, sadar organik, dan sadar pangan sehat. Sadar pangan sehat yang disingkat menjadi biosaka.

Bila diterjemahkan kata bio itu alam  yang sempurna. Saka itu selamatkan alam kembali ke alam. Jadi gerakan Saka adalah pertanian organik yang berbasis pada bahan baku total seutuhnya dari rumput dan kotoran sapi.

Menurut Muhammad Ansar selaku penggagas biosaka, saat menjadi narasumber program Obrolan Masyarakat pada Minggu, 25 Januari 2026, di Pro1 RRI Yogyakarta menjelaskan, rumput yang selama ini menjadi musuh petani, dengan biosaka kini menjadi sahabat petani.  

“Ini adalah fakta kalau organik saat ini tidak safety, tidak sehat dan tidak ramah lingkungan. Jadi ada amonia yang harus dihadapi oleh petani selama proses. Petani harus bolak-balik pada kotoran sapi seandainya itu bahan organiknya dari kotoran sapi, saat penyemprotan akan menimbulkan polusi lingkungan dari bau dan segala macamnya,” katanya.

Biosaka, menurut Ansar, bukan hanya sahabat petani di masa depan justru akan menolong petani mewujudkan pangan sehat untuk pertanian Indonesia.

“Sementara saat ini Biosaka hadir untuk meng-counter dan mewujudkan organik yang lebih murah, lebih ramah, dan lebih efisien. bahkan instan dengan hanya menyemprotkan pada kotoran sapi, tidak perlu bolak-balik, tidak perlu menghasilkan metan yang selama ini dibuang di lingkungan. Jadi, bio adalah organik yang diyakin paling instan yang ada di Indonesia,” ucap dia.

Lebih lanjut Ansar menjelaskan selama ini mayoritas petani hanya melihat rumput itu bukan sumber daya, melainkan sebagai musuh dan rumput harus dibinasakan.

“Kalau ditotal tercatat sudah lebih dari 3.000 orang petani seluruh DIY. biosaka dari awal dikenal sebagai pupuk oleh bahasa petani, karena rumput juga bahan organic,” ujarnya.

Peneliti pertanian yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Robert Manurung menyampaikan, Biosaka digolongkan sebagai elisitor, di mana rumput tumbuh tanpa gangguan hama. Rumput merupakan tumbuhan sempurna karena memiliki akar, batang, daun serta memiliki unsur hara.

“Selama ini pertanian organik itu dalam mindset petani identik dengan biaya yang mahal. Meskipun bahan bakunya murah tapi biaya tenaga kerjanya yang  tinggi. Padahal dengan Teknik merendam rumput di air bisa menjadi pupuk. Sebuah langkah besar dan mudah untuk petani guna mewujudkan pertanian organik dan berbiaya rendah. Sejauh ini revolusi pertanian organik sudah berkomitmen mewujudkan pangan sehat untuk generasi hebat. Dunia pertanian harus mulai menyadari apabila petani selalu gunakan pestisida, hama tidak akan berkurang jumlahnya, justru semakin resisten dan cukup berbahaya,” kata Ansar.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....