Perjalanan 16 KA Diperiksa Pasca Gempa, Daop 6 Pastikan Aman

  • 27 Jan 2026 10:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan semua perjalanan KA dalam keadaan selamat dan aman pasca terjadi gempa yang dirasakan di beberapa wilayah kerja KAI Daop 6 Yogyakarta, Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 08.20 WIB.

Namun demikian, untuk memastikan keselamatan, seluruh perjalanan, baik kereta jarak jauh, kereta bandara, KRL Commuterline dan kereta lokal di wilayah Daop 6 Yogyakarta dihentikan sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana pasca-gempa. 

Tim lapangan Daop 6 langsung melakukan pemeriksaan prasarana secara menyeluruh meliputi jembatan, jalur rel dan prasarana pendukung lainnya. Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, pada pukul 08.48 WIB semua kereta api diizinkan melanjutkan perjalanan kembali. 

“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut. Pemeriksaan prasarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni Novida Saragih selaku Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.

Sebanyak 16 kereta api berhenti sementara selama proses pemeriksaan prasarana pasca gempa demi keselamatan, sebagai berikut:

- KA 7002A Gajayana Tambahan

- KA 13 Argo Lawu

- KA 77 Lodaya

- KA 202 Joglosearkerto

- KA 103B Bogowonto

- KA 275B Pasundan

- KA 278 Sri Tanjung

- KA 572B BIAS

- KA 513 Batara Kresna

- KA 75B Mataram

- KA 2712 Bungtalun Service

- KA 712 KRL Yogyakarta-Palur

- KA 721 KRL Yogyakarta-Palur

- KA 525 Bandara YIA

- KA 563 Bandara YIA

- KA 248B Logawa.

“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut. KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk selalu memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api,” ucap Feni.

 

BMKG sebut tak berpotensi tsunami

Gempa dengan magnitudo 5,7 SR mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa 27 Januari 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 08.20.44 WIB, dan tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan hasil analisis BMKG episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,18 derajat lintang selatan dan 111,33 derajat bujur timur. 

"Gempa berlokasi di darat, 24 km arah tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 122 km," ucap Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI.

Daryono menambahkan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Gempa dirasakan masyarakat di daerah Pacitan, Karangkates, Tulungagung dengan skala intensitas III - IV MMI, yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar dengan skala intensitas III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Daerah Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto dengan skala intensitas II - III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Daerah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram dengan skala intensitas II, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....