Fakta Siklon Tropis Luana, Pemicu Angin Kencang
- 25 Jan 2026 08:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Angin kencang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mendeteksi, potensi angin kencang ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengungkap, kondisi tersebut dipicu dinamika angin di lapisan udara atas yang dipengaruhi secara tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di wilayah barat laut Australia. Aktivitas angin kencang di lapisan udara atas tersebut berada pada 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10-45 Knots (18-83 km/jam). Meski pusat siklon berada jauh dari Indonesia, namun dampaknya terasa hingga ke sebagian besar wilayah Jawa, termasuk sejumlah wilayah di DIY.
Apa itu Siklon Tropis Luana?
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan besar, yang memiliki radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis ini terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat Celcius.
Pusaran angin yang kuat tersebut memiliki tekanan rendah di pusatnya dengan kecepatan angin maksimum mencapai 34 Knots pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan lebih dari 63 km/jam. Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relative rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon.
Sementara Siklon Tropis Luana merupakan sistem badai tropis yang tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Siklon ini berada dalam wilayah monitoring TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta, tepatnya di kawasan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
BMKG memprediksi intensitas Siklon Tropis Luana akan melemah dalam 24 jam. “Prediksi intensitas Siklon Tropis Luana dalam 24 jam ke depan menurun menjadi low dan bergerak ke arah tenggara, menjauhi wilayah Indonesia,” kata Warjono melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dampak Siklon Tropis Luana
Menurut BMKG, Siklon Tropis Luana memberikan dampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk DIY. Beberapa di antaranya yakni potensi hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi di pesisir selatan DIY yang mencapai 2,5-4,0 meter.
Kondisi ini diprediksi bertahan hingga 2-3 hari ke depan selama posisi badai masih berada di Samudra Hindia. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat terjadi angin kencang, serta tidak melaut dan bermain di bibir pantai saat gelombang laut tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....