Angin Kencang Terjang DIY, BPBD Catat Dampak Kerusakan
- 24 Jan 2026 21:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Jumat, 23 Januari 2026 malam hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY mencatat hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 15.00 WIB, puluhan pohon tumbang dan rumah rusak akibat fenomena tersebut.
“Kejadian angin kencang mulai tanggal 23 Januari 21.20 WIB hingga saat ini di wilayah DIY dipicu oleh aktifitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10-45 Knots (18-83 km/jam),” ujar keterangan tertulis dalam laporan Pusdalops BPBD DIY.
Pusdalops BPBD DIY juga menyebut, fenomena ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh Siklon Tropis Luana di Pantai Barat Laut Australia. Dampaknya pun menyebar hampir merata di DIY.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan dua warga dilaporkan meninggal dunia serta puluhan pohon tumbang dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
BPBD DIY mencatat 68 titik kejadian tersebar di 11 kapanewon, yakni Cangkringan, Kalasam, Sayegan, Mlati, Ngemplak, Ngaglik, Tempel, Pakem, Turi, Depok, dan Sleman.
Dampak yang ditimbulkan meliputi dua korban meninggal dunia, 62 pohon tumbang, 14 akses jalan terganggu, 13 jaringan listrik rusak, 35 rumah dan 6 kendaraan rusak, serta 1 gangguan jaringan internet.
Selain di Sleman, Kota Yogyakarta juga dilanda angin kencang di 16 titik yang tersebar di delapan kemantren. Mulai dari Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, Gedongtengen, Jetis, Umbulharjo, Kraton, hingga Gondokusuman. Akibatnya, 14 pohon tumbang menimpa tempat usaha dan tower.
Selanjutnya angin kencang menerjang Kabupaten Bantul dan menimbulkan kerusakan di 8 titik yang tersebar di tiga kapanewon, yakni Banguntapan, Sewon, dan Pleret. Sebanyak tujuh pohon tumbang dan satu rumah dilaporkan rusak.
Di Kabupaten Kulon Progo, satu pohon tumbang dan satu rumah di Kapanewon Kalibawang dilaporkan rusak. Sementara di Kabupaten Gunungkidul, hingga Sabtu sore dilaporkan nihil kejadian.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, PLN, relawan, dan masyarakat terus melakukan asesmen, penanganan darurat di lokasi terdampak serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak. BPDB DIY mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama di wilayah rawan pohon tumbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....