Mengenal Siklon Tropis Luana Penyebab Angin Kencang

  • 24 Jan 2026 17:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Stasiun Meteorologi YIA mencatat Siklon Tropis Luana menjadi penyebab terjadinya angin kencang di Yogyakarta. Kepala Stasiun Meteorologi YIA Warjono menjelaskan Siklon Tropis Luana tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026, tepatnya pada pukul 01.00 WIB. Saat ini posisi Siklon Tropis Luana berada di wilayah monitoring tropical cyclone warning center (TCWC) Jakarta sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

“Prediksi intensitas Siklon Tropis Luana dalam 24 jam ke depan menurun menjadi low dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia,” ujar Warjono melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari 2026.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P telah berada di luar wilayah monitoring TCWC Jakarta sejak 23 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Saat ini siklon tersebut berada di daratan Australia sebelah timur Teluk Carpentaria. Bibit Siklon Tropis 92P tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia.

“Informasi ini adalah informasi terakhir untuk Bibit Siklon Tropis 92P karena telah bergerak ke luar dari wilayah monitoring TCWC Jakarta,” ucapnya.

Siklon Tropis Luana memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sedangkan, angin kencang diprediksi akan terjadi di Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Gelombang laut sedang setinggi 1,25-2,5 meter juga diprediksi akan terjadi di beberapa titik. Diantaranya di perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, hingga Laut Flores.

Gelombang laut sedang juga diprediksi akan terjadi di Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, hingga Laut Arafuru bagian barat. Lalu, gelombang laut tinggi setinggi 2,5-4 meter diperkirakan akan terjadi di perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, hingga Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat.

“Gelombang laut sangat tinggi dengan tinggi 4 meter hingga 6 meter diprediksi terjadi di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” kata Warjono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....