KPS Surokarsan Dikukuhkan, Motor Penggerak Sungai Code Bersih
- 21 Jan 2026 15:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya mewujudkan sungai Kota Yogyakarta yang bersih bebas dari sampah tidak akan berhasil tanpa kepedulian masyarakat. Sebagai bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sungai tidak hanya menjaga ketersediaan air, namun juga menjadi pengendalian banjir, dan kelestarian lingkungan.
Pentingnya peran sungai bagi kehidupan manusia ini masih acap kali diabaikan, bahkan tidak sedikit justru memanfaatkan sungai sebagai tempah sampah panjang. Bungkusan sampah mengalir sering dijumpai, saat mencoba menikmati keindahan sungai yang membelah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berangkat dari keresahan atas lingkungan sungai dan kepedulian akan kelestariannya, sejumlah orang bergabung dalam sebuah Komunitas Peduli Sungai (KPS) Surokarsan yang dibentuk Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) dan dikukuhkan langsung Wali kota Yogyakarta, Rabu, 21 Januari 2026, di Taman Perwira, Prawirodirjan, Gondomanan. Para pejuang ini nantinya menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian sungai.
Kepala BBWS SO, Maryadi Utama mengatakan, KPS memiliki peran penting terutama dalam menjaga dalam merawat dan melestarikan kawasan bendung Surokarsan, termasuk Taman Perwira ini. Sehingga diharapkan menjadi destinasi wisata alternatif dengan keindahan pemandangannya.
"Semoga dengan semangat kekompakan kita bersama, sinergi kita bersama, alam bisa terpelihara," katanya.
Maryadi mengharapkan, hadirnya KPS Surokarsan bisa menjadi semangat untuk menularkan kebaikan dan melalui kebersamaan ini alam bisa terjaga dan terhindar dari bencana. Masyarakat menjadi bagian terpenting dalam menjaga alam tetap lestari.
"Harapannya Komunitas Peduli Sungai dapat mengedukasi masyarakat karena beliau-beliau ini dari unsur masyarakat dan semoga dapat bersinergi, kemudian bisa menularkan niat baik kita. Sehingga sepanjang kali Code ini bisa terjaga baik tutupan lahan maupun kebersihan sungainya sehingga bencana tidak terjadi seperti di daerah-daerah yang saat ini banyak dihampiri banjir bandang dan tanah longsor," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Menurutnya, masyarakat menjadi tumpuan utama dalam mewujudkan sungai yang bersih, tidak hanya di sungai Code, namun seluruh sungai yang membentang, membelah Kota Yogyakarta.
"Kami akan sangat bertumpu kepada Komunitas Peduli Sungai karena kemampuan pemerintah kota itu terbatas, sementara kemampuan masyarakat itu betul-betul luar biasa," katanya.
Hasto menyebutkan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat baik dari hulu hingga hilir menjadi bagian terpenting dalam mengembalikan ekosistem sungai. Hal ini selaras dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Komunitas Peduli Sungai ini sangat penting sekali. Saya yakin Komunitas Sungai ini akan lebih efektif efisien, karena mereka sehari-hari ada di sini," ujarnya.
Hasto mengharapkan, seluruh masyarakat baik yang ada di bantaran sungai, maupun tidak dekat dengan bantaran sungai bisa memiliki kepedulian dan rasa memiliki. Sehingga sungai tidak hanya menjadi bagian ekosistem, namun juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Ketua KPS Surokarsan, Sodik Ritwanto mengakui, sampah masih menjadi tantangan terberat dari upaya menjaga sungai agar tetap bersih. Hanya saja bersama sekitar 30 anggota KPS Surokarsan ia memiliki komitmen untuk terus menjaga dan menggaungkan tentang sungai bersih.
Sodik mengungkapkan, kepedulian masyarakat di sekitar bantaran sungai Code terbilang sudah cukup baik. Hanya saja masih ada beberapa yang memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
"Tantangan terbesar kami adalah sampah, karena begitu sampah nyangkut di bendungan, sudah ngumpul di situ semua. Kalau ada aliran besar, ya sudah PR kami di situ ngumpul semua," katanya.
Bersama seluruh tim KPS Surokarsan, Sodik juga akan terus melakukan edukasi terutama bagi warga masyarakat yang belum sadar terkait pentingnya menjaga kebersihan sungai dan masih membuang sampah di sungai. Apalagi saat ini pemerintah juga semakin memudahkan masyarakat membuang sampahnya melalui penggerobak.
"Masih ada satu dua, tetap masih ada cuman kami terus memberikan edukasi, karena sekarang juga gerakan pemerintah kota bahwa tidak boleh membuang sampah di depo langsung, tapi melalui transporter itu yang kemudian agak mengurangi beban warga yang kemudian membuang ke sungai," ujarnya.
Pengukuhan Komunitas Peduli Sungai (KPS) Surokarsan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan sungai, agar tetap terjaga bersih dan lestari. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan penanaman sejumlah bibit pohon untuk tutupan lahan seperti, mangga, jambu, rambutan, hingga pohon alpukat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....