Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Begini Kronologinya

  • 17 Jan 2026 18:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Perhubungan mengonfirmasi terkait pesawat ATR 42-500 PK-THT yang hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan pihaknya menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034.

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto. Lukman mengatakan berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur.

“Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact),” ujar Lukman melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Lukman menyebut ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Lalu, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.

Di sisi lain, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi. Lukman menyebut pencarian ditargetkan pada titik pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Marros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi.

Selanjutnya, pencarian lanjutan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

“Adapun jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....