Stok Melimpah, Harga Sayuran di Pasar Beringharjo Anjlok
- 17 Jan 2026 10:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kota Yogyakarta mengalami penurunan signifikan pada sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan di Pasar Beringharjo, harga sayur mayur menurun meski curah hujan masih cukup tinggi.
Ida, salah satu pedagang sayuran di Pasar Beringharjo mengatakan, penurunan harga sayuran salah satunya dipicu karena melimpahnya stok pasca libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, tidak adanya momen tertentu juga mempengaruhi stabilitas pasokan.
“Sayur mayur yang biasanya naik karena curah hujan tinggi sekarang sudah pada turun semua. Stok juga melimpah, aman. Terus karena momen juga, enggak ada momen apapun gitu. Biasanya nanti naik lagi menjelang Ramadan,” ujarnya saat ditemui Kamis, 15 Januari 2026.
Penurunan harga cukup drastis terjadi pada sayuran seperti brokoli dan kembang kol. Jika sebelumnya brokoli dijual seharga Rp40.000, kini turun menjadi Rp25.000. Sementara kembang kol mengalami penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp20.000.
Tak hanya sayuran, harga semua jenis cabai juga mengalami penurunan, mulai dari cabai rawit, cabai keriting, hingga cabai teropong. “Semua jenis cabai mengalami penurunan yang sangat signifikan dari setelah tahun baru H+3 sampai H+7 sudah mulai penurunan step by step, sangat signifikan,” kata Ida.
Saat ini, cabai rawit berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp50.000. Sedangkan cabai keriting merah menurun dari harga Rp50.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Begitu juga dengan cabai keriting hijau dibanderol seharga Rp30.000, menurun dari sebelumnya Rp40.000. Selanjutnya, untuk cabai teropong yang biasanya harganya cukup tinggi menyentuh Rp60.000 – Rp 70.000, sekarang dihargai Rp30.000 – Rp40.000 per kilogram.
Penurunan harga sayuran ini pun disambut baik oleh sejumlah pembeli. Salah satunya Yeni, pelanggan dari Crystal Lotus Hotel Yogyakarta, yang saat itu tengah melakukan survei pasar sekaligus berbelanja sayuran di warung Bu Ida.
Menurutnya, Pasar Beringharjo menjadi pilihan karena harga sayuran relatif terjangkau dan kualitasnya baik. Selain itu, ketersediaan barang yang lengkap dan stok yang banyak menjadi pertimbangan utama.
“Pesanan hotel kan banyak, kalau sekali beli kan tidak hanya sekilo, nah itu tidak semua pasar menyediakan itu, tidak semua toko-toko sayur ada. Jadi kenapa pilih Bu Ida karena barangnya lengkap dan stoknya banyak. Untuk sayur-mayur nya segar, harganya juga masuk, kualitas barangnya masuk, bagus.,” ucap Yeni.
Ia menambahkan, kualitas sayuran di Pasar Beringharjo juga sesuai dengan standar hotel. “Sesuai standar hotel. Jadi kita punya standar nih, harus segar, kualitasnya harus bagus, dan harganya tidak terpaut mahal dari harga vendor,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....