Dampak Game Online untuk Remaja, Ini Faktanya

  • 17 Jan 2026 05:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sekitar dua juta remaja Indonesia mengalami gangguan mental, sesuai hasil survey kesehatan mental nasional. Kondisi ini dipicu berbagai faktor, salah satunya kecanduan game online.

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia Yogyakarta Akhmad Akhadi, menangani beberapa pasien remaja dengan gangguan mental, akibat kecanduan game online. Gangguan mental yang mereka alami, rata-rata tergolong berat.

”Karena dia kecanduan kalau tidak main game online (remaja, red) dia biasanya tantrum,” katanya, Sabtu, 17 Januari 2026. ”Terus kemudian tokoh game online masuk ke dirinya, dan dia memerankan tokoh tersebut.”

Akhmad Akhadi juga memastikan, rumah sakitnya memberi layanan komprehensif bagi pasien gangguan mental. Proses penyembuhannya lebih dari lima hari, dan diupayakan kurang dari 28 hari.

”Setelah itu dilanjutkan dengan terapi rehabilitasi, untuk menyiapkan dia kembali ke kehidupan normal,” katanya.

Selain faktor kecanduan game online, gangguan mental pada remaja juga disebabkan berbagai persoalan. Baik dari faktor keluarga, personal, hingga akademik.

Project Leader Program Kesehatan Mental di Sekolah Rennta Chrisdiana melihat, anak remaja butuh dukungan lebih, agar mereka bisa produktif untuk menggapai cita-cita. Sehingga, ia memiliki kampanye yang dinamakan Connect to Care.

”Atau sambung ulang, kita butuh orang lain karena kita tidak mungkin hidup sendirian,” ucapnya. ”Sehingga kemampuan minta tolong dalam posisi tidak mudah, itu yang ingin dibangun.”

Saat ini, Program Kesehatan Mental di Sekolah, sudah menyasar 800-an pelajar di Yogyakarta. Sesuai hasil diagnosa diketahui, mereka mengalami kecemasan dan depresi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....