Allah Itu Sesuai dengan Prasangka Hambanya

  • 13 Jan 2026 08:58 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Umat Muslim di seluruh dunia kini telah memasuki bulan Rajab, salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Selain Rajab, bulan-bulan suci tersebut meliputi Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Di bulan yang penuh keberkahan ini, umat Islam diingatkan untuk memperkuat spiritualitas dan menjauhi segala bentuk kezaliman.

Ustad Imran Rasyid menekankan pentingnya menjaga diri dari perbuatan zalim, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menegaskan agar manusia tidak menganiaya diri mereka sendiri selama bulan-bulan haram tersebut.

Sebagai ilustrasi, penceramah mencontohkan ketatnya aturan saat menjalankan ibadah haji. Hal-hal yang tampak sepele seperti mencabut rambut, memotong kuku, hingga memetik daun pun dilarang. Kedisiplinan ini mengajarkan bahwa setiap bentuk kezaliman atau pelanggaran sekecil apa pun memiliki konsekuensi, baik berupa sanksi (dam) maupun dampak sosial yang lebih luas.

“Peringatan dalam Alquran Surah Al-Anfal ayat 25 tentang fitnah atau ujian yang dampaknya tidak hanya menimpa pelaku kezaliman saja, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Ketika kezaliman merajalela, mereka yang tidak berbuat pun bisa terkena dampaknya," katanya.

Namun, ada harapan besar bagi mereka yang senantiasa menjaga kedekatannya dengan Sang Pencipta. Mengutip sebuah hadis qudsi, Allah berfirman bahwa Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya dan akan senantiasa bersama hamba yang mengingat-Nya.

Umat Nabi Muhammad SAW adalah umat yang disayangi Allah. Segala bentuk kesulitan hidup, goncangan ekonomi, hingga bencana alam di dunia sejatinya merupakan penggugur dosa atau "siksaan" yang disegerakan di dunia agar mereka terhindar dari siksa yang lebih berat di akhirat kelak.

“Bagi orang beriman, bulan Rajab menjadi momentum untuk kembali meluruskan niat, memperbanyak amal saleh, dan memastikan diri tidak menjadi bagian dari mereka yang melakukan kezaliman di muka bumi," ujarnya. (ags/par)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....