Menu Rawon Diduga Pemicu Keracunan Massal MBG di Sleman
- 13 Agt 2025 18:28 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Pasca menyantap menu yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya, Selasa (12/8/2025) kemarin, ratusan pelajar di tiga sekolah di Kabupaten Sleman dilaporkan mengalami keracunan pada Rabu (13/8/2025) siang.
Para pelajar atau murid yang menderita keracunan berasal dari SMP Muhammadiyah 1 dan 3 Kapanewon Mlati, Sleman serta SMP Pamungkas. Kepala SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Sleman, Yulia Rahmawati kepada RRI menuturkan, pihak sekolah menerima banyak laporan siswa izin tidak masuk karena sakit. Setelah ditelusuri ada 83 murid yang keracunan setelah menyantap menu MBG pada Selasa siang.
“Awal mulanya, tadi kami mendapat laporan banyak siswa tidak masuk, sehingga kemudian kami tracing (lacak, red) tidak masuknya kenapa? Ternyata tidak masuknya karena diare,” ujar Yulia ketika diwawancarai pada Rabu siang.
Diduga kuat, salah satu menu yang disajikan yaitu sup rawon menjadi penyebab terjadinya keracunan massal. Yulia Rahmawati menuturkan, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pengujian terhadap menu yang akan disajikan.
“Kemarin Selasa itu, secara rasa tidak bermasalah. Jadi tidak ada rasa basi atau sebagainya, tetapi dari konsumsi daging rawonnya itu yang kami duga menyebabkan anak-anak keracunan. Karena yang mengeluhkan adanya keracunan itu yang mengonsumsi daging rawon, kalau yang tidak mengonsumi rawon tidak ada masalah,” katanya.
/kjp0b0o8658yasq.jpeg)
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Sleman, Yulia Rahmawati ketika diwawancarai rri.co.id pada Rabu (13/8/2025) siang. (rri.co.id: Rosihan Anwar)
Yulia Rahmawati menyatakan benar masih ada sebagian murid yang mendapat perawatan medis di pusat layanan kesehatan. Namun, sebagian besar korban keracunan kondisinya semakin membaik.
“Ya sebagian besar sudah semakin membaik. Dan untuk sementara waktu, kami hentikan dulu MBG-nya,” ucap Yulia.
Sementara itu, Dwi Warni Yuliastuti selaku Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Sleman menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi lintas sektor untuk penanganan kasus tersebut. Penyebab utama insiden keracunan massal juga masih diselidiki dan untuk sementara waktu, pihak Dinas Pendidikan menghentikan pemberian menu program MBG kepada para murid dan sekaligus melakukan evaluasi.
“Kami sudah menyampaikan dan melaporkan kepada tim MBG atau yang bertanggung jawab di Kabupaten Sleman. Tentunya harapan kami, ada tindak lanjut, evaluasi ke depannya untuk pelaksanaan MBG,” ucap dia.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogoadi yang mengirim menu bagi para murid juga saat ini tengah diselidiki untuk mengetahui apa penyebab keracunan massal tersebut. Terlebih lagi, tidak semua satuan pendidikan yang dilayani SPPG Tlogoadi mengalami hal serupa. (ros/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....