Sumur Pantek Bantu Petani Nampurejo Hadapi Kemarau

  • 30 Jun 2025 14:33 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Purworejo: Musim kemarau yang identik dengan kekeringan tak lagi menjadi penghalang bagi para petani di Desa Nampurejo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Kini, berkat inovasi sumur pantek, mereka tak hanya mengairi sawah untuk padi, melainkan juga berhasil menanam berbagai jenis sayuran,palawija serta memastikan panen tetap berlanjut sepanjang tahun.

Sebelumnya, petani di Nampurejo dekat sekali dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta, memang sangat mengandalkan tadah hujan, membuat mereka kesulitan menanam sayuran di musim kemarau. Lahan-lahan yang biasanya hijau dengan padi atau palawija, akan mengering dan dibiarkan kosong. "Dulu kalau kemarau ya sudah, sawah kering. Paling cuma bisa tanam singkong seadanya," kenang PakSutar , salah seorang petani kepada RRI (29/6/2025).

Namun, semangat untuk terus berproduksi mendorong para petani mencari solusi. Setelah melihat potensi air tanah yang cukup dangkal di wilayah mereka, beberapa petani berinisiatif mencoba membuat sumur pantek. Pilihan ini dinilai lebih efisien dan terjangkau dibandingkan sumur bor dalam yang membutuhkan biaya besar.

Proses pembuatan sumur pantek ini cukup sederhana: pipa besi berdiameter kecil ditancapkan ke dalam tanah hingga mencapai sumber air. Dari sumur pantek ini, air kemudian disalurkan menggunakan pompa kecil atau dialirkan secara gravitasi melalui parit-parit sederhana menuju bedengan-bedengan sayuran.

"Awalnya coba-coba untuk padi, ternyata airnya cukup. Lalu kami pikir, kenapa tidak dicoba untuk sayur?" cerita Pak Sutar petani yang kini sukses menanam lombok dan kacang panjang, di lahannya.

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pasar sayuran lokal di Purworejo. Dengan adanya sumur pantek, petani di Nampurejo kini memiliki keleluasaan untuk menanam sayuran sesuai permintaan pasar, tanpa harus khawatir kekurangan air.

Inisiatif sederhana namun berdampak besar ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal yang dipadukan dengan inovasi dapat membawa perubahan positif yang signifikan. Petani Nampurejo telah membuktikan bahwa dengan kegigihan dan sedikit kreativitas, tantangan alam bisa diubah menjadi peluang.(titik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....