Kurun Waktu Sebulan, 20 Sapi Gunungkidul Mati Terjangkit Antraks
- 10 Apr 2025 19:55 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Gunungkidul: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul mencatat terdapat 20 ekor sapi mati karena antraks selama bulan Februari hingga Maret 2025. Puluhan sapi mati tersebut berasal dari Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo dan Bohol di Kapanewon Rongkop.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wibawanti Wulandari mengatakan, ada beberapa sapi di wilayah Tileng, Girisubo dan Bohol, Rongkop yang mati mendadak. Namun kedua kasus tersebut tidak saling berhubungan.
“Memang sejak Februari Maret ada beberapa kasus, entah itu sapi entah itu kambing ada yang mati mendadak,” ujar Wibawanti, Selasa (8/4/2025).
Lebih lanjut, Wibawanti mengatakan, sejauh ini jajarannya merasa kesulitan melacak jumlah hewan ternak yang mati karena antraks karena adanya penjualan hewan mati. Hewan mati mendadak tersebut, biasanya dijual belikan setelah dipotong.
“Kemungkinan dipotong supaya pembelinya mau. Kalau belum dipotong kan mungkin mereka (pembeli) tidak mau, jadi kemarin ada satu ekor yang mati, dipotong di kandang kemudian didistribusikan sekitar satu kilometer dipikul, akhirnya menimbulkan sporanya menyebar,” kata dia.
Meski demikian, Wibawanti menambahkan, jajarannya terus melakukan penyemprotan disenfektan pada lokasi sapi mati tersebut. Pihaknya sudah berusaha maksimal dalam melakukan sterilisasi lokasi tersebut. Pihaknya melakukan pemeriksaan sampel laboratorium, namun tidak semuanya. Sebab, ternak yang mati gejalanya mendekati antraks tidak diperiksa, dan dikategorikan masuk antraks. (ulfah/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....