Penanganan Dam Srandakan Butuh Sinergi Bantul dan Kulon Progo
- 29 Jan 2025 23:21 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Bantul: Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut penanganan jebolnya groundsill di dam air Srandakan, Bantul, membutuhkan koordinasi Pemkab Bantul, Pemkab Kulon Progo, serta Pemda DIY.
Hal itu lantaran lokasi groundsill berada di antara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.
Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan, saat ini pihaknya masih belum bisa berbuat banyak untuk menangani dampak jebolnya dam tersebut. BPBD pun masih menunggu adanya rapat koordinasi dari pemangku kebijakan.
“Saya belum bisa mengambil langkah karena belum ada instruksi dari atasan. Harus ada koordinasi dari Pemkab Bantul dan BPBD Kulon Progo,” ucapnya, Rabu (29/1/2025).
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyatakan, pihaknya akan segera mengundang sejumlah OPD terkait untuk berkoordinasi. Menurutnya, permasalahan ini harus diselesaikan secepat mungkin.
“Besok (30/1/2025) pagi kami akan undang BPBD Bantul untuk koordinasi dengan BPBD Kulon Progo. Ada indikasi bahaya sekecil apapun harus segera diantisipasi,” katanya.
Lebih lanjut, jika debit air kembali meningkat, dikhawatirkan area tanah yang tergerus aliran air akan semakin meluas. Hal itu tentu saja membahayakan lahan pertanian di sekitar lokasi. (aji/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....