Teras Malioboro Baru Siap Melayani Pengunjung
- 10 Jan 2025 10:01 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Teras Malioboro (TM) 2, yang terletak di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta telah rampung dibangun dengan konsep apik, Pecinan dan Indische. Tidak hanya bangunan saja, namun, fasilitas lengkap guna mendukung operasional pedagang pun, sudah siap digunakan.
Ditemui di kawasan TM 2 Ketandan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengungkapkan bahwa fasilitas pendukung seperti toilet, musala, listrik, dan area publik sudah sepenuhnya berfungsi dan dapat digunakan oleh para pedagang dan pengunjung. Bahkan, ruang multifungsi seperti amphitheater telah disiapkan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan budaya.
“Fasilitas ini sudah dirancang seoptimal mungkin. Jika nanti ada kekurangan, kami siap menerima masukan konstruktif dari pedagang,” ujar Siwi pada Selasa (7/1/2025) di Teras Malioboro (TM) 2, Ketandan, Yogyakarta.

Teras Malioboro 2 yang berlokasi di Ketandan mengusung desain dengan tema Pecinan, disesuaikan dengan sejarah Ketandan sebagai kawasan Pecinan di Kota Yogyakarta. Mengingat lokasinya yang strategis di sepanjang sumbu filosofi Yogyakarta, desain ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di area tersebut. (Foto: Humas Pemda DIY)
Teras Malioboro 2 yang berlokasi di Ketandan mengusung desain dengan tema Pecinan, disesuaikan dengan sejarah Ketandan sebagai kawasan Pecinan di Kota Yogyakarta. Mengingat lokasinya yang strategis di sepanjang sumbu filosofi Yogyakarta, desain ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di area tersebut.
Tidak hanya TM 2 Ketandan yang sudah siap, TM 2 Beskalan pun sudah rampung, dan siap digunakan. Berbeda dengan TM 2 Ketandan yang mengusung tema Pecinan, TM 2 Beskalan mengusung tema Indische, sama seperti Teras Malioboro 1, memberikan keberagaman nuansa di kawasan ini.
Siwi menyebut, proses adaptasi para pedagang di lokasi baru juga menjadi fokus utama pemerintah. Diharapkan para pedagang dapat segera menata barang dagangan mereka dan memulai aktivitas. Kebersihan kawasan ini akan menjadi tanggung jawab bersama antara pengelola dan para pedagang.
“Seperti rumah baru, semakin ditempati semakin terasa nyaman. Penyesuaian seperti display dan tata ruang akan diserahkan kepada pedagang,” kata Siwi.
Proses perpindahan pedagang ke Teras Malioboro 2 dimulai pada awal tahun 2025, dengan target penyelesaian pada pertengahan Januari mendatang. Menyambut momentum tersebut sekaligus bertepatan dengan tradisi Selasa Wagen, Selasa (7/1/2025), para pedagang pun melakukan kegiatan seperti “reresik” atau bersih-bersih, serta mengadakan tumpengan sebagai wujud rasa syukur dan kebahagiaan, karena dalam waktu dekat mereka akan segera menempati lokasi baru yang berada di area Ketandan, yang masih berada dalam satu wilayah dengan Jalan Malioboro yang ikonik.

Kawasan TM 2 Ketandan dengan fasilitas pendukung seperti toilet, musala, listrik, dan area publik sudah sepenuhnya berfungsi dan dapat digunakan oleh para pedagang dan pengunjung. Bahkan, ruang multifungsi seperti amphitheater telah disiapkan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan budaya. (Foto: Humas Pemda DIY)
Syukuran ini juga disemarakkan dengan berbagai pertunjukan hiburan, dimulai dengan penampilan seni tradisional Jathilan, yang diikuti dengan pertunjukan Naga Liong dan Barongsai. Pertunjukan Naga Liong dan Barongsai dipilih untuk memberikan nuansa sesuai dengan tema kawasan baru Teras Malioboro 2 yang terletak di Ketandan, yang kental dengan budaya dan arsitektur bergaya Chinese.
Bangunan baru di Ketandan ini memang dirancang dengan nuansa Chinese yang kental. Dilengkapi dengan gerbang berwarna merah yang mencolok serta ornamen-ornamen khas China yang menghiasi jendela-jendela atas bangunan tersebut, menambah keindahan dan keunikan tempat baru ini.
Siwi menekankan bahwa meski ini bukanlah soft launching, tetapi kegiatan yang dilakukan di hari ini mencakup proses penataan dan persiapan oleh pedagang dengan suasana budaya Jawa yang kental. "Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, hari ini banyak pedagang yang melakukan reresik. Tapi ini bukan boyongan atau pemindahan secara keseluruhan, hanya sebagian kecil pedagang yang sudah mulai menata barang dagangannya," ujarnya.
Terkait dengan pengundian tempat, Siwi mengungkapkan sudah selesai dilakukan, dan kini pedagang tengah menunggu untuk menata barang dagangannya. Proses kontrak dan administrasi juga telah dijalankan dengan transparansi, di mana setiap pedagang yang sudah terdaftar mendapatkan nomor tempat sesuai dengan hasil undian. Diketahui, Teras Malioboro 2 yang berlokasi di Ketandan akan menampung sekitar 605 pedagang. Sedangkan di kawasan Beskalan, terdapat sekitar 436 pedagang lainnya yang akan ditempatkan di lokasi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....